BANJAR, REPORTASE9.ID – Festival Becatuk Dauh Tahun 2026 resmi memasuki babak penyisihan yang digelar di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Alun-Alun Ratu Zalecha, Martapura, Selasa (10/02/2026) kemarin.
Kegiatan ini menandai dimulainya rangkaian seleksi untuk menentukan peserta terbaik menuju babak grand final.
Sebanyak 21 grup dari berbagai desa dan kecamatan di Kabupaten Banjar ambil bagian dalam babak penyisihan yang dijadwalkan berlangsung selama dua hari, yakni 10 hingga 11 Februari 2026.
Para peserta menampilkan kemampuan terbaik mereka dalam melantunkan syair religius khas budaya Banjar yang sarat nilai keagamaan.
Pembukaan kegiatan dilakukan oleh Kepala Dinas Budaya, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Banjar, Irwan Jaya yang diwakili Kepala Bidang Kebudayaan Muhammad Syahid.
Ia menyampaikan, Festival Becatuk Dauh merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam melestarikan budaya religius masyarakat Banjar.
Menurutnua, pelaksanaan festival ini tidak hanya berfokus pada kompetisi, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi sekaligus media syiar keagamaan di tengah masyarakat.
“Melalui festival ini, kami ingin menjaga agar tradisi Becatuk Dauh tetap hidup dan terus dikenal generasi muda,” ujarnya.
Ia juga menambahkan, Kabupaten Banjar menjadi daerah pelopor pelaksanaan Festival Becatuk Dauh sebagai bentuk pelestarian budaya religius di Kalimantan Selatan. Bahkan, kegiatan serupa kini mulai diadopsi oleh sejumlah daerah lain.
Dari babak penyisihan, panitia akan memilih sembilan grup terbaik untuk melaju ke babak grand final yang direncanakan digelar pada pertengahan atau malam ke-21 Ramadan 1447 Hijriah.
Panitia juga menyiapkan berbagai hadiah pembinaan bagi para pemenang. Juara Terbaik I, II dan III masing-masing akan menerima hadiah Rp13 juta, Rp10 juta dan Rp8 juta.
Sementara Juara Harapan I, II dan III memperoleh Rp7 juta, Rp6 juta dan Rp5 juta. Selain itu, tersedia penghargaan kategori Juara Favorit, Pelestari dan Busana Terbaik masing-masing senilai Rp4 juta.
Saat ini Festival Becatuk Dauh masih berada pada level kabupaten. Namun Pemerintah Kabupaten Banjar berencana mengembangkan festival ini ke tingkat Banjarbakula hingga provinsi sebagai upaya memperluas pelestarian budaya daerah.
Dengan dimulainya babak penyisihan ini, Festival Becatuk Dauh diharapkan terus menjadi ruang pelestarian budaya religius Banjar sekaligus memperkuat nilai-nilai tradisi di tengah masyarakat.















Comments