KALSEL, REPORTASE9.ID – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) pastikan perekonomian dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat tetap berjalan walaupun banjir masih melanda sejumlah wilayah melalui peran aktif Dinas Perdagangan (Disdag) Provinsi Kalsel yang menjadi kunci dalam menjaga ketersediaan bahan pokok dan stabilitas harga di pasaran.
Hal ini disampaikan Kepala Disdag Kalsel Ahmad Bagiawan melalui Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Dalam Negeri Sutikno pada Selasa (13/1/2026).
Sutikno dalam rilis pada Rabu (14/1/2026) menegaskan secara umum aktivitas perdagangan di Kalsel masih berlangsung normal meski beberapa wilayah terdampak banjir mengalami gangguan operasional pasar dan distribusi, pasar-pasar utama serta pasar induk tetap beroperasi.
“Pasar-pasar utama masih berjalan. Memang di daerah yang terendam banjir, aktivitas pasar terpaksa dihentikan karena kondisi tidak memungkinkan. Masyarakat pun dalam situasi tertentu tidak bisa memasak. Karena itu, kami memastikan pasar-pasar di wilayah penyangga dan sentra keramaian tetap berfungsi untuk saling mendukung,” ujarnya.
Terkait ketersediaan bahan pokok, Disdag Kalsel memastikan stok komoditas utama seperti beras, minyak goreng, telur, daging ayam dalam kondisi relatif aman dan mencukupi, selain kebutuhan pokok lainnya yang juga masih tersedia di pasar-pasar yang tidak terdampak banjir.
“Masyarakat tidak perlu khawatir kekurangan bahan pokok di wilayah yang pasarnya masih beroperasi,” tambah Sutikno.
Untuk menjaga daya beli dan membantu warga terdampak, Disdag Kalsel juga menyiapkan langkah antisipatif melalui operasi pasar yang direncanakan berlangsung di 13 kabupaten/kota dengan pendekatan lokasi yang dekat dengan daerah banjir, khususnya di titik-titik penampungan pengungsi hingga menjelang Lebaran.
“Operasi pasar tidak dilakukan di wilayah yang terendam, tetapi kami dekatkan ke lokasi penampungan agar mudah dijangkau masyarakat,” jelas Sutikno.
Dari sisi harga, sebagian besar bahan pokok terpantau stabil, bahkan beberapa komoditas mengalami penurunan hingga mendekati Harga Eceran Tertinggi (HET) pada komoditas hortikultura seperti sayur-mayur, cabai segar, dan bawang merah yang cenderung mengalami kenaikan sehingga pemerintah memberikan perhatian khusus.
Kenaikan ini dipengaruhi oleh banjir di daerah sentra produksi yang merupakan wilayah cekungan, serta faktor musiman pada akhir tahun hingga Januari yang memang kerap mengganggu siklus tanam.
“Setiap tahun pada Desember–Januari biasanya ada kenaikan harga cabai dan bawang karena faktor cuaca. Tahun ini kondisinya diperparah oleh banjir,” ungkap Sutikno.
Banjir juga berdampak pada jalur distribusi, terutama akses darat menuju pasar desa dan kecamatan, di mana saat ketinggian air mencapai satu meter, distribusi terpaksa dihentikan dan pasar ditutup sementara.
Meski demikian, Disdag Kalsel terus berkoordinasi lintas sektor untuk meminimalkan gangguan distribusi dan memastikan pasokan tetap bergerak dari pasar induk ke wilayah yang memungkinkan.
“Sebagai langkah pengamanan, pengawasan pasar turut ditingkatkan guna mencegah praktik spekulasi harga oleh oknum tidak bertanggung jawab. Kami mengedepankan sisi kemanusiaan. Pengawasan distribusi dan harga akan diperketat agar tidak ada pihak yang memanfaatkan situasi banjir,” tegas Sutikno.
Dengan sinergi berbagai pihak dan langkah-langkah konkret tersebut, Pemprov Kalsel optimistis ketahanan pangan daerah tetap terjaga, sekaligus memastikan masyarakat memperoleh bahan pokok secara aman dan terjangkau di tengah kondisi banjir. (Sumber : MC Kalsel)















Comments