BANJAR, REPORTASE9.ID – Guna mengantisipasi kepadatan arus kendaraan saat pelaksanaan Banjar Bersalawat di Alun-Alun RTH Ratu Zalecha Martapura pada Sabtu malam, 23 Agustus 2025, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Banjar akan memberlakukan rekayasa lalu lintas dan penutupan jalan secara bertahap di sejumlah titik strategis wilayah Kota Martapura.
Kegiatan religi akbar ini akan menghadirkan Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf, dan diperkirakan akan menyedot ribuan jamaah dari berbagai wilayah. Oleh karena itu, pengaturan arus lalu lintas disiapkan untuk menjaga kelancaran, keamanan, dan kenyamanan bersama.
Kepala Bidang (Kabid) Lalu Lintas Perhubungan Darat Dishub Banjar, Refda Helmy Rakhman mengatakan, penutupan jalan akan difokuskan bagi kendaraan roda empat ke atas, khususnya angkutan barang.

“Penutupan sementara diberlakukan sepanjang ruas Jalan Ahmad Yani, mulai dari KM 36 (Bundaran Simpang Empat Banjarbaru) hingga KM 54 (Simpang Tiga Bypass Mataraman–Sungai Ulin),” jelasnya saat diwawancarai di ruang kerjanya, Jumat (22/08/2025)
Selama penutupan berlangsung, kendaraan besar dan angkutan barang akan dialihkan ke jalur lingkar (bypass) melalui Jalan Sungai Ulin – Mali Mali – Mataraman, guna menghindari kepadatan di pusat kota.
Dishub bersama Satlantas Polres Banjar juga akan menempatkan personel di titik-titik pengalihan, seperti Simpang Empat Banjarbaru dan kawasan Mataraman Haji Duan, untuk mengarahkan kendaraan sumbu dua ke atas agar tidak melintasi jalur inti kota.
Sementara itu, untuk kendaraan pribadi dan roda dua, arus lalu lintas akan diatur secara situasional. Jalan Ahmad Yani tetap dibuka selama kondisi lalu lintas masih memungkinkan. Namun jika terjadi peningkatan volume kendaraan, penutupan akan dilakukan secara bertahap.
“Jika jemaah sudah mulai padat, dari arah Hulu Sungai akan kami alihkan terlebih dahulu ke Jalan Berlian, masuk ke Pangeran Abdurrahman, lalu keluar di lampu merah Sekumpul,” terangnya.
Sedangkan dari arah Banjarbaru menuju Hulu Sungai, jika arus masih terkendali, jalur akan tetap dibuka. Namun jika sudah tidak memungkinkan, kendaraan akan diarahkan melalui Tugu Adipura ke Jalan Tebu, kemudian masuk ke Jalan Menteri 4 hingga tembus ke Jalan Jamrut.
Puncak penutupan direncanakan terjadi di dua titik utama, yakni Jalan Berlian dan Tugu Adipura, apabila kondisi lalu lintas tidak lagi kondusif.
Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya para pengemudi angkutan barang dan pengguna kendaraan pribadi, untuk mematuhi rambu-rambu serta mengikuti arahan petugas di lapangan demi kelancaran kegiatan.
“Kami harapkan masyarakat tertib berlalu lintas dan bersabar, karena ini adalah agenda besar yang menjadi momen kebersamaan dan keagamaan. Rekayasa lalu lintas ini kami lakukan demi kelancaran dan kenyamanan semua pihak,” pungkasnya.















Comments