KALSEL, REPORTASE9.ID – Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Selatan (Diskominfo Kalsel) terus memperkuat komitmen dalam menjaga kedaulatan data dan keamanan informasi di era digital.
Melalui penerapan Sistem Indeks Keamanan Informasi (SI KAMI), Provinsi Kalsel berhasil mencatatkan capaian positif yang menempatkan daerah tersebut di jajaran terdepan secara nasional dalam penguatan keamanan siber.
Kepala Diskominfo Provinsi Kalsel melalui Kepala Bidang Persandian dan Keamanan Informasi, Sucilianita Akbar pada Selasa (10/3/2026) menyampaikan upaya penguatan sistem keamanan informasi telah dilakukan secara bertahap sejak 2024 guna melindungi ruang digital di lingkungan Pemerintah Provinsi hingga pemerintah kabupaten/kota.
Langkah awal yang dilakukan adalah pembentukan Computer Security Incident Response Team (CSIRT) atau Tim Tanggap Insiden Siber (TTIS) secara serentak di seluruh kabupaten/kota di Kalsel pada 2024.
“Kalimantan Selatan merupakan provinsi kedua di Indonesia yang berhasil membentuk CSIRT secara serentak di seluruh kabupaten/kota. Hal ini menjadi bukti kesiapan daerah dalam menghadapi ancaman siber yang semakin dinamis,” ujarnya.
Selain itu, pada tahun yang sama Diskominfo Kalsel juga membentuk Agen Siber di setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang bertugas sebagai garda terdepan dalam mendeteksi dan merespons secara cepat potensi serangan siber terhadap sistem informasi instansi masing-masing.
Upaya penguatan keamanan digital ini berlanjut pada 2025, dimana Pemerintah Provinsi Kalsel kembali mencatatkan pencapaian sebagai provinsi pertama di Indonesia yang melaksanakan penilaian Indeks Keamanan Informasi (KAMI) secara serentak untuk seluruh kabupaten/kota.
Berdasarkan Penilaian Tingkat Keamanan Siber dan Sandi (PTKSS), Pemprov Kalsel berhasil meraih capaian sebesar 71 persen, melampaui target nasional dan hasil tersebut menunjukkan tata kelola keamanan informasi di Kalsel telah berada pada tingkat yang baik dan terus mengalami peningkatan.
Ke depan, Diskominfo Kalsel juga merencanakan pembentukan Forum Komunikasi Keamanan Informasi (Forkom KAMI) pada 2027 yang akan menjadi wadah kolaborasi lintas sektor yang melibatkan Kepolisian Daerah (Polda) dan Badan Intelijen Negara Daerah (BINDA).
“Melalui sinergi tersebut, diharapkan tercipta ekosistem digital yang tidak hanya maju dari sisi teknologi, tetapi juga kuat dalam aspek keamanan, hukum, dan intelijen guna melindungi data serta informasi masyarakat di Kalimantan Selatan,” pungkas Sucilianita. (Sumber : MC Kalsel)










Comments