BANJARBARU, REPORTASE9.ID – Dalam upaya memperkuat kapasitas guru menghadapi tantangan pembelajaran modern, Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Banjar menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kompetensi Guru Jenjang Sekolah Dasar (SD) yang berlangsung di Hotel Rodhita, Banjarbaru, Senin (22/09/2025).
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Kabupaten Banjar, Habib Idrus Alhabsyi, didampingi oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar, Liana Penny, serta diikuti oleh ratusan guru SD dari berbagai sekolah di wilayah Kabupaten Banjar.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Habib Idrus Alhabsyi menegaskan, perkembangan teknologi, informasi, dan komunikasi telah membawa perubahan besar dalam hampir seluruh aspek kehidupan, termasuk dunia pendidikan.

Salah satu perubahan signifikan adalah pergeseran model pembelajaran dari yang sebelumnya berlangsung secara tatap muka di ruang kelas kini dapat dilaksanakan kapan saja dan dimana saja melalui pembelajaran jarak jauh (PJJ).
“Perubahan ini menuntut kesiapan kita semua, terutama para guru, untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman. Namun, pelaksanaan pembelajaran jarak jauh tentu tidak sederhana. Guru dituntut memiliki kompetensi dalam penggunaan teknologi, kreativitas dalam merancang pembelajaran, serta kemampuan menjaga motivasi belajar siswa,” jelanya.
Ia juga menekankan, pendidikan modern tidak lagi cukup hanya berfokus pada hafalan atau penguasaan pengetahuan semata. Saat ini, pendekatan pembelajaran harus mampu mendorong siswa untuk memahami konsep secara utuh, mengaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari, serta mengembangkan keterampilan berpikir kritis, kreatif, komunikatif, dan kolaboratif.
Ia juga berharap kegiatan ini mampu melahirkan guru-guru yang melek teknologi, inovatif dalam metode mengajar, serta mampu menyusun pembelajaran yang bermakna bagi siswa.
“Jika hal ini dapat diterapkan secara konsisten, saya yakin kualitas pendidikan dasar di Kabupaten Banjar akan terus meningkat. Pada akhirnya, tujuan besar kita adalah mencetak generasi penerus yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat dan siap bersaing di era global,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar, Liana Penny menjelaskan, pelaksanaan PJJ di Kabupaten Banjar memiliki urgensi tersendiri mengingat wilayah ini masih tergolong rawan bencana. Dalam kondisi darurat, pembelajaran tatap muka kerap tidak bisa dilakukan, sehingga guru harus siap melaksanakan PJJ sebagai alternatif utama.

“Melalui Bimtek ini, kami ingin membekali guru agar siap dan maksimal dalam menghadapi PJJ, terutama ketika terjadi bencana. Kami ingin memastikan bahwa proses belajar-mengajar tetap berjalan dengan baik, meski dalam kondisi darurat sekalipun,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia juga menyoroti pentingnya penerapan pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning) dalam Kurikulum Merdeka. Ia menjelaskan, pendekatan ini dirancang agar siswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga membangun kesadaran diri dalam belajar, memahami materi secara bermakna, serta merasa senang dan terlibat secara emosional dalam proses pembelajaran.
“Sering kali kita temui anak-anak yang secara fisik hadir di sekolah, tapi jiwanya masih tertinggal di rumah. Melalui pembelajaran mendalam, kami ingin memastikan siswa benar-benar hadir secara utuh jiwa dan raganya dalam proses belajar. Mereka harus sadar bahwa mereka sedang menuntut ilmu, memahami makna dari setiap materi yang dipelajari, dan mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, bahkan nantinya di dunia kerja,” terangnya.
Ia menegaskan, pembelajaran seperti ini akan menciptakan generasi pembelajar seumur hidup yang tidak hanya pintar secara akademis, tetapi juga memiliki kesadaran diri dan semangat belajar yang tinggi.
Melalui kegiatan Bimtek ini, Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar berharap para guru tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga benar-benar mampu mengimplementasikannya di sekolah masing-masing. Dengan penguatan kompetensi ini, diharapkan para guru bisa menciptakan suasana belajar yang lebih adaptif, inklusif, dan kontekstual bagi peserta didik.
“Kami berharap guru-guru yang mengikuti Bimtek ini mendapatkan pemahaman yang lebih dalam. Walaupun konsep ini bukan hal baru karena telah diluncurkan sejak era Menteri Pendidikan Pak Abdul Mukti, tetapi tetap perlu disosialisasikan dan diperdalam. Tujuan kami adalah agar para guru benar-benar mampu mengimplementasikannya secara optimal di sekolah masing-masing,” pungkasnya.










Comments