DaerahKabupaten Banjar

DKPP Banjar Upayakan 19 Desa Rentan Pangan Bertransformasi Jadi Desa Mandiri

0

BANJAR, REPORTASE9.ID – Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Banjar terus berupaya mengurangi jumlah desa rentan pangan melalui berbagai program peningkatan ketersediaan, akses, dan pemanfaatan pangan di wilayah-wilayah yang masih rawan.

Kepala DKPP Banjar, Sipliansyah Hartani mengungkapkan, saat ini masih terdapat 19 desa rentan pangan yang tersebar di sejumlah kecamatan, terutama di daerah dengan akses sulit seperti Paramasan dan Sungai Pinang.

Menurutnya, kerentanan pangan di desa-desa tersebut disebabkan oleh berbagai faktor mulai dari rendahnya produksi pangan, terbatasnya akses pasar, hingga pendapatan masyarakat yang masih rendah.

“Yang pasti di sana produksi pangannya masih rendah, akses ke pasar sulit karena jauh, kemudian pendapatan masyarakat juga rendah. Harga pangan pun relatif tinggi dan tenaga kesehatan terbatas,” jelasnya saat diwawancarai awak media, Selasa (04/11/2025) kemarin.

Selain itu, faktor pemanfaatan pangan juga menjadi perhatian utama. Ia menyebut, masih terdapat kasus gizi buruk di beberapa wilayah karena kurangnya kesadaran terhadap pentingnya gizi seimbang serta terbatasnya fasilitas air bersih dan layanan kesehatan.

“Di beberapa desa itu air bersih masih jadi masalah. Fasilitas kesehatan pun terbatas, karena puskesmas umumnya ada di kecamatan. Di desa hanya ada poskesdes yang kadang belum maksimal,” ungkapnya.

Untuk mengantisipasi dan menekan jumlah desa rentan pangan, DKPP Banjar melakukan berbagai langkah strategis. Salah satunya melalui diversifikasi pangan lokal agar masyarakat dapat memanfaatkan sumber pangan selain beras.

“Kami berusaha supaya ada pemanfaatan makanan lain, diversifikasi pangan. Intinya, apa yang bisa dimanfaatkan jadi makanan tambahan, tidak hanya bergantung pada beras,” terangnya.

Selain diversifikasi pangan, pemerintah daerah juga mendorong penguatan lumbung desa sebagai upaya menjaga cadangan pangan saat musim panen melimpah.

“Kalau hasil panen berlebih, bisa disimpan di lumbung desa. Itu membantu menjaga ketersediaan pangan,” tambahnya.

DKPP Banjar juga terus berkolaborasi dengan berbagai instansi terkait untuk memperbaiki akses jalan dan infrastruktur agar distribusi pangan dan mobilitas pedagang menjadi lebih mudah.

“Kami berkoordinasi dengan dinas lain, terutama dalam perbaikan infrastruktur jalan supaya akses masyarakat ke pasar lebih mudah, atau pedagang bisa datang berjualan dengan nyaman,” katanya.

Dari sisi pemberdayaan ekonomi, DKPP turut mendorong penguatan UMKM pangan, pertanian, dan perikanan. Sejumlah program telah dijalankan seperti bantuan budidaya ikan, ayam, bebek, kambing, hingga sapi bagi masyarakat desa rentan pangan.

Melalui berbagai upaya tersebut, Sipliansyah menargetkan jumlah desa rentan pangan dapat berkurang setidaknya setengahnya dari total 19 desa yang ada saat ini, menuju desa mandiri pangan.

“Harapan kami, dari 19 desa rentan pangan ini bisa berkurang separuhnya. Kalau ingin hilang sepenuhnya tentu butuh waktu dan biaya bertahap. Tapi kami optimistis, bisa mengubahnya jadi desa mandiri pangan,” pungkasnya.

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

More in Daerah