Kabupaten Banjar

DPC Perwira Banjar Gandeng Produsen Mi Nasional, Dorong UMKM Perempuan Berani Berinovasi

0

BANJAR, REPORTASE9.ID – Upaya memperkuat kapasitas pelaku usaha mikro perempuan terus dilakukan Dewan Pengurus Cabang Perkumpulan Perempuan Wirausaha Indonesia (DPC Perwira) Kabupaten Banjar, Sabtu (24/01/2026).

Kali ini, Perwira Banjar menggandeng produsen mi nasional, Mie Burung Dara, melalui pelatihan kuliner yang menyasar pelaku UMKM perempuan.

Pelatihan yang digelar di Aula Kecamatan Martapura diikuti puluhan peserta dari berbagai latar belakang usaha kuliner. Kegiatan ini menjadi wadah berbagi pengetahuan sekaligus ajang pengembangan ide usaha berbasis olahan mi bernilai tambah.

Dalam pelatihan tersebut, peserta dibekali materi seputar inovasi produk hingga praktik langsung pengolahan menu. Sejumlah praktisi kuliner turut dihadirkan, di antaranya Chef Agusta Sirahan, Chef Elisa selaku Brand Ambassador Mie Burung Dara, serta perwakilan manajemen Mie Burung Dara, Yansen.

Ketua DPC Perwira Kabupaten Banjar, Misriah mengatakan, kolaborasi dengan pihak industri menjadi langkah strategis untuk membuka wawasan pelaku UMKM, khususnya perempuan, agar lebih adaptif terhadap perkembangan pasar.

“Produk yang sudah familiar di masyarakat sebenarnya bisa diolah menjadi lebih variatif dan memiliki nilai jual lebih tinggi. Di sinilah pentingnya inovasi,” ujarnya.

Menurutnya, pelaku UMKM dituntut untuk terus berkreasi agar tidak tertinggal dalam persaingan usaha yang kian kompetitif. Pelatihan semacam ini diharapkan mampu memicu keberanian peserta untuk mengembangkan menu baru dan memperluas peluang pasar.

Kegiatan tersebut juga mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Banjar. Perwakilan Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP) serta Dinas Sosial P3AP2KB Kabupaten Banjar turut hadir sebagai bentuk sinergi dalam penguatan ekonomi masyarakat.

Sementara itu, Ketua DPD Perwira Kalimantan Selatan, Wahidah menilai pelatihan kuliner ini relevan dengan kebutuhan UMKM saat ini yang dituntut menghadirkan produk kreatif dan tidak monoton.

“Dengan variasi produk, UMKM bisa lebih fleksibel mengikuti selera konsumen. Dari sini, peserta dapat menggali inspirasi baru,” katanya.

Ia juga mendorong peserta untuk mengombinasikan inovasi kuliner dengan kekayaan cita rasa lokal Kalimantan Selatan agar memiliki daya saing tersendiri.

“Potensi kuliner daerah sangat besar. Tinggal bagaimana UMKM mengemasnya agar menarik dan sesuai dengan tren,” pungkasnya.

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like