Kabupaten Banjar

Dukung & Bina KEP, Distan Banjar Harapkan Kesejahteraan Petani Meningkat

0

BANJAR, REPORTASE9.ID – Dinas Pertanian Kabupaten Banjar (Distan) melalui Bidang Penyuluhan Pertanian laksanakan bimbingan teknis penumbuhan dan pengembangan Kelembagaan Ekonomi Petani (KEP) di Aula Distan pada Selasa (10/2/2026).

Kelembagaan Ekonomi Petani merupakan pilar penting dalam memperkuat struktur agribisnis dan meningkatkan kesejahteraan petani untuk menguatkan tata kelola administrasi keuangan dan akses permodalan bagi petani.

KEP tidak hanya berfungsi sebagai wadah kebersamaan, tetapi juga sebagai sarana penguatan posisi tawar, peningkatan nilai tambah, dan perluasan akses pasar, pembiayaan, serta kemitraan usaha.

Karena itu, pengurus KEP harus memiliki kapasitas manajerial, administrasi, dan kemampuan usaha yang baik agar mampu menjalankan organisasi secara profesional dan berkelanjutan.

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Distan Banjar Warsita, Kepala Seksi Kelembagaan Petani Dwi Retnani, Kepala UPTD Penyuluhan Pertanian Agus Dharmawan, Ketua Tim Kerja Kabupaten Banjar Sigit Triyanto, KJF, Koordinator Balai Se-Kabupaten Banjar, narasumber Muhammad Furqon Barozi dari DKUMPP Banjar, dan Rifani Hernadi dari Penyuluh Kementrian Pertanian.

Dalam rilis pada Sabtu (14/2/2026), Kepala Distan Banjar, Warsita menyampaikan kehadiran 12 Kelompok Jabatan Fungsional (KJF) baru diharapkan menjadi penguatan ketahanan pangan di Kabupaten Banjar.

Peningkatan target produksi gabah dari 153 ton menjadi 172 ribu ton tahun ini bukan sekadar angka, melainkan hasil nyata dari kolaborasi antara petani dan pendamping di lapangan.

“Meski terjadi perubahan struktur organisasi, semangat kerja dan sinergi antar-elemen harus tetap solid demi kesejahteraan petani di tengah dinamika sektor pertanian yang kian menantang,” ujarnya.

Warsita menambahkan melalui Bimtek tersebut, pihaknya berharap peserta mendapatkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan, khususnya tentang manajemen organisasi KEP, perencanaan usaha yang berbasis potensi komoditas unggulan di wilayah masing-masing, inovasi pengembangan usaha, dan strategi kemitraan dengan pelaku usaha, lembaga keuangan, dan mitra pembangunan.

“Kami meyakini bahwa dengan kapasitas pengurus yang kuat, Kelembagaan Ekonomi Petani akan mampu menjadi motor penggerak pembangunan pertanian, sekaligus menjadi ujung tombak peningkatan kesejahteraan petani di daerah kita,” harapbya.

Distan sambung Warsita berkomitmen untuk terus mengawal, membina, dan memperkuat peran KEP melalui berbagai program, baik fasilitasi kegiatan, peningkatan kapasitas, maupun pendampingan di tingkat lapangan.

“Namun, keberhasilan KEP tidak hanya ditentukan oleh pemerintah, tetapi juga membutuhkan komitmen, inisiatif, dan kerja sama dari seluruh pengurus dan anggota,” pungkas Warsita. (Sumber : Media Center Banjar)

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like