KALSEL, REPORTASE9.ID – Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel), H. Muhidin, secara resmi melantik 4 Dewan Komisaris PT. Bank Pembangunan Daerah (BPD) Kalsel (Perseroda) yang baru di Gedung Idham Chalid, Banjarbaru, Senin (14/07/2025).
Pelantikan ini menandai penyegaran struktur dewan komisaris sekaligus penguatan komitmen Bank Kalsel dalam mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Adapun empat komisaris yang dilantik yaitu Subhan Nor Yaumil sebagai Komisaris Utama Non Independen, Riza Aulia sebagai Komisaris Independen, Hj. Karmila Muhidin sebagai Komisaris Non Independen, dan Widya Ais Sahla sebagai Komisaris Independen.
Direktur Utama Bank Kalsel, Fachruddin, menyampaikan bahwa susunan dewan komisaris saat ini merupakan komposisi yang dinilai paling ideal. Ia menilai keempat figur tersebut membawa latar belakang kuat dan saling melengkapi.

“Alhamdulillah hari ini Pak Gubernur sudah resmi melantik empat komisaris pengganti dari periode sebelumnya. Kami menilai ini komposisi terbaik dan sejalan dengan misi Pak Gubernur dalam meningkatkan pendapatan daerah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Subhan Nor Yaumil yang menjabat sebagai Kepala Badan Pendapatan Daerah dinilai tepat untuk menduduki posisi komisaris utama karena memahami arah kebijakan PAD.
Sementara Hj. Karmila Muhidin, dengan latar belakang sebagai mantan Wakil Ketua DPRD Kalsel, diharapkan dapat mendorong dukungan legislatif terutama dari sisi permodalan.
Riza Aulia yang sebelumnya menjabat Kepala OJK Regional Kalimantan Selatan dan sempat bertugas di Jakarta, kini kembali ke Banjarmasin untuk memperkuat pengawasan kualitas aset perbankan.
Sedangkan Widya Ais Sahla dari kalangan akademisi diyakini akan memberikan masukan strategis dari sisi keilmuan dan tata kelola.
“Kami dari jajaran direksi dan seluruh pegawai siap mendukung sepenuhnya peran dewan komisaris yang baru ini. Harapannya, Bank Kalsel dapat semakin berkembang dan berkontribusi besar terhadap peningkatan PAD,” tambah Fachruddin.
Sementara itu, Komisaris Utama Non Independen, Subhan Nor Yaumil, menyampaikan bahwa tugas utama dewan komisaris adalah memastikan seluruh operasional Bank Kalsel berjalan sesuai dengan visi misi dan arah kebijakan yang telah ditetapkan.
“Tugas kami sebagai komisaris adalah melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap kebijakan dan operasional Bank Kalsel agar tetap berada di jalur yang mendukung peningkatan PAD dan tidak keluar dari core business perbankan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa seluruh langkah dan kebijakan Bank Kalsel ke depan akan terus dievaluasi dan diarahkan agar tetap mendukung agenda besar pemerintah daerah.
“Sehingga kebijakan-kebijakan yang diambil Bank Kalsel tetap sejalan dan tidak keluar dari arah yang diharapkan, sesuai dengan bisnis Bank Kalsel itu sendiri,” pungkasnya.
Comments