BANJARBARU,REPORTASE9.ID – Pemerintah Kota Banjarbaru secara resmi membuka Festival Beduk 1447 Hijriah di Lapangan dr. Murdjani pada Kamis (12/3/2026) malam.
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Banjarbaru Ramadan Festival 2026 yang bertujuan mempererat silaturahmi masyarakat sekaligus mendorong pergerakan ekonomi lokal selama bulan suci Ramadan.
Pembukaan festival diwakili oleh Staf Ahli Wali Kota Banjarbaru Bidang Pemerintahan, Pembangunan, dan Kemasyarakatan, Kemas Akhmad Rudi Indrajaya. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa festival tahun ini mengusung tema “Rampak Tabuhan Melantun Syair Syiar Ramadan.”
Menurutnya, kegiatan tersebut diharapkan mampu menjadi wadah untuk memperkuat syiar Islam sekaligus menumbuhkan semangat kebersamaan di tengah masyarakat.
Selain menghadirkan kompetisi tabuhan beduk, Pemkot Banjarbaru juga memberikan perhatian terhadap penguatan ekonomi masyarakat. Dalam rangkaian festival ini, pemerintah menyediakan sekitar 150 stan UMKM yang tergabung dalam Pasar Wadai Ramadan dan dapat dimanfaatkan secara gratis oleh pelaku usaha lokal.
“Ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kota Banjarbaru dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya bagi pelaku UMKM lokal,” ujar Rudi saat membacakan sambutan Wali Kota Banjarbaru.
Sementara itu, Ketua Umum Komite Ekonomi Kreatif Kota Banjarbaru, Riandy Hidayat, mengatakan bahwa Festival Beduk tidak hanya menjadi ruang pelestarian tradisi, tetapi juga wadah bagi generasi muda untuk mengekspresikan kreativitas.
Ia menilai beduk yang dahulu hanya berfungsi sebagai penanda waktu ibadah kini berkembang menjadi simbol kebersamaan yang memiliki potensi dalam sektor ekonomi kreatif.
“Tradisi yang dirawat dengan baik dapat berkembang menjadi kekuatan budaya sekaligus kekuatan ekonomi. Dari aransemen tabuhan hingga koreografi yang ditampilkan generasi muda, kita dapat melihat identitas kota yang kreatif dan berkarakter,” ungkapnya.
Festival Beduk 1447 H ini tidak hanya menghadirkan kompetisi, tetapi juga menjadi ajang promosi budaya serta wisata religi di Kota Banjarbaru, sekaligus menunjukkan bagaimana inovasi generasi muda mampu mengemas syiar Ramadan menjadi lebih menarik bagi masyarakat.










Comments