Kota BanjarbaruSeni & Budaya

Festival Tanglong dan Bagarakan Sahur Banjarbaru Terapkan Aturan Ketat dan Wajib Usung Tema Islami

0
Technical Meeting Festival Tanglong dan Begarakan Sahur Banjarbaru di Mess L (Foto : Azmi/R9)

BANJARBARU, REPORTASE9.ID – Festival Tanglong dan Bagarakan Sahur kembali digelar oleh Komite Ekonomi Kreatif Kota Banjarbaru sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Ramadan 2026. 

Dalam pelaksanaannya, panitia menegaskan sejumlah aturan yang harus dipatuhi peserta, terutama terkait tema dan konsep penampilan.

Tanglong para peserta rencananya akan dipajang berjajar di area lapangan depan Balai Kota Banjarbaru, sementara sebagian lainnya ditempatkan di sisi sayap kantor Balai Kota agar seluruh karya dapat ditampilkan dengan tertata.

Ketua panitia, Suroto, mengatakan antusiasme masyarakat untuk mengikuti kegiatan ini cukup tinggi. Tercatat sekitar 35 kelompok akan ambil bagian dalam lomba Bagarakan Sahur, sedangkan 30 peserta lainnya berpartisipasi dalam Festival Tanglong.

“Pesertanya cukup banyak dan sangat antusias. Karena itu penempatan tanglong kita atur di beberapa titik di sekitar Balai Kota agar semuanya bisa tertampung,” ujarnya.

Selain pengaturan lokasi, panitia juga menetapkan aturan khusus untuk penampilan Bagarakan Sahur. Seluruh peserta diwajibkan membawakan lagu yang sama, yakni “Siti Fatimah dan Sebelas Bintang.” 

Lagu tersebut dipilih berdasarkan arahan dari Wali Kota Banjarbaru, Hj. Erna Lisa Halaby, guna menjaga keseragaman penampilan.

Tidak hanya itu, panitia juga menekankan aturan terkait desain tanglong. Tahun ini seluruh peserta diwajibkan mengusung tema Islami dalam karya mereka.

“Tidak diperbolehkan membuat bentuk raksasa atau yang menyerupai setan. Semua tanglong harus bernuansa Islami sesuai arahan Ibu Wali Kota,” tegas Suroto.

Panitia juga menegaskan bahwa peserta tidak diperkenankan melakukan pawai di luar area kegiatan. Penilaian akan dilakukan oleh dewan juri yang berkeliling melihat tanglong yang dipajang di lokasi.

Melalui penyelenggaraan festival ini, Pemerintah Kota Banjarbaru bersama Komite Ekonomi Kreatif berharap tradisi Ramadan seperti Bagarakan Sahur dan Tanglong dapat terus dilestarikan, sekaligus menjadi bagian dari kekayaan budaya yang menarik bagi masyarakat.

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like