KALSEL, REPORTASE9.ID – Yayasan Pemulihan Rehabilitasi (YPR) Kobra gelar kegiatan Family Support Group (FSG) bertema “Pulih Bersama, Tumbuh Bersama” di Aula Sentra Budi Luhur, Banjarbaru pada Jumat (27/2/2026) kemarin.
Kegiatan ini menjadi ruang pertemuan antara keluarga dan para residen yang tengah menjalani program rehabilitasi sebagai bentuk peran keluarga garda terdepan pencegahan penyalahgunaan narkotika.
Tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, FSG juga menghadirkan dialog terbuka yang membangun komunikasi dua arah antara residen, keluarga, dan pendamping.
Suasana haru pun terasa ketika para residen menyampaikan permohonan maaf kepada orang tua melalui prosesi sungkeman dan membasuh kaki sebagai simbol kesungguhan untuk berubah.
Dalam rilis pada Minggu (1/3/2026), Ketua IPWL YPR Kobra, Ardian Noverdi Pratama mengungkapkan keterlibatan keluarga merupakan elemen penting dalam keberhasilan rehabilitasi.
Menurutnya, proses pemulihan tidak berhenti saat residen menyelesaikan program, tetapi berlanjut ketika mereka kembali ke lingkungan keluarga dan masyarakat.
“Kami mendorong keluarga untuk aktif mendampingi, membangun komunikasi yang sehat, serta menciptakan lingkungan yang suportif. Dukungan moral dan emosional sangat menentukan keberlanjutan pemulihan,” katanya.
Ardian menambahkan, sinergi dengan Sentra Budi Luhur terus diperkuat, termasuk melalui program vokasional dan pembinaan lanjutan guna membekali residen dengan keterampilan hidup.
Sementara itu, Kepala Sentra Budi Luhur, Ratna Dewi Sartika menilai kegiatan FSG sebagai momentum penting untuk merekatkan kembali hubungan keluarga yang sempat terganggu akibat penyalahgunaan napza.
“Keberhasilan rehabilitasi sangat dipengaruhi dukungan keluarga. Melalui pertemuan ini, kami ingin membangun kembali kepercayaan dan memperkuat ikatan emosional,” ucapnya.
Ratna menegaskan persoalan penyalahgunaan napza masih menjadi tantangan bersama, karena itu peran keluarga dan masyarakat tidak dapat dipisahkan dari upaya rehabilitasi yang dilakukan lembaga.
Sementara itu Kepala Dinas Sosial Kalsel M. Farhanie melalui Kabid Rehabilitasi Sosial, Selamat Riadi menyebutkan Pemprov Kalsel dukungan terhadap kegiatan tersebut dan menyebut FSG sebagai bagian dari pendekatan intervensi sosial yang menitikberatkan pada pemulihan relasi keluarga.
Melalui pendekatan yang mengedepankan dukungan emosional dan kolaborasi lintas pihak, program rehabilitasi diharapkan mampu membentuk pribadi yang lebih siap kembali menjalani kehidupan sosial sekaligus memperkuat ketahanan keluarga sebagai benteng utama pencegahan penyalahgunaan narkoba.
“Momentum refleksi seperti ini penting agar residen memahami konsekuensi perbuatannya sekaligus memperbaiki hubungan dengan keluarga. Harapannya, mereka tidak kembali pada kesalahan yang sama,” kata Selamat.
Kegiatan ini dihadiri oleh keluarga klien atau residen, Dinas Sosial Provinsi Kalsel, Sentra Budi Luhur UPTD Kemensos RI, Diskominfo Kalsel, PRSPD Iskaya Banaran, PRSTS Barakat Cangkal Bacari, OPSI Kalsel, serta Teras Inklusi Kalsel. (Sumber : MC Kalsel)










Comments