BANJAR, REPORTASE9.ID – Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Banjar, Lauhul Mahfudz, menyoroti urgensi pentingnya mitigasi sejak dini terhadap risiko pertanian seiring meningkatnya intensitas hujan di wilayah tersebut.
Menurutnya, kondisi cuaca yang tidak stabil berpotensi menimbulkan kerusakan serius pada komoditas padi maupun hortikultura yang mudah terdampak genangan.
“Kami mengingatkan para petani agar lebih memperhatikan kondisi lahan. Segera lakukan pembersihan saluran air dan pastikan irigasi berjalan lancar agar tanaman tidak rusak akibat banjir atau tergenang lama,” ujarnya saat dihubungi menggunakan sambungan seluler, Kamis (11/12/2025).
Ia juga menilai, kesiapan infrastruktur pendukung menjadi faktor penting agar petani tidak terpukul ketika hujan lebat terjadi secara tiba-tiba. Karena itu, ia meminta Dinas Pertanian Banjar untuk memperkuat pendampingan dan memastikan bantuan seperti pompa air serta benih cadangan dapat diakses cepat saat dibutuhkan.
“Koordinasi antara petani dan pemerintah daerah sangat penting agar dampak musim penghujan bisa diminimalkan,” tegasnya.
Selain itu, Ia juga mengingatkan, pentingnya disiplin petani dalam mengikuti prakiraan cuaca dari BMKG sebagai dasar penyesuaian pola tanam. Ia menekankan bahwa strategi adaptasi termasuk pemilihan varietas tahan cuaca ekstrem merupakan langkah yang tidak bisa lagi ditunda.
Ia juga berharap agar seluruh pemangku kepentingan bisa bergerak serempak dalam menjaga ketahanan pangan daerah. Ia optimistis, dengan kesiapsiagaan sejak dini dan komunikasi yang baik, sektor pertanian Kabupaten Banjar dapat tetap produktif meski berada di tengah perubahan cuaca yang dinamis.










Comments