NASIONAL, REPORTASE9.ID – Pemerintah resmi menggulirkan paket stimulus ekonomi Idulfitri 1447 Hijriah pada 3 Maret 2026 yang lalu untuk menjaga daya beli masyarakat dan memastikan momentum pertumbuhan ekonomi tetap terjaga menjelang hari raya.
Dalam rilis yang diterima pada Minggu (8/3/2026), Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya melalui keterangan tertulisnya menyampaikan bahwa kebijakan ini diberikan bagi aparatur negara, pekerja swasta, hingga kelompok masyarakat rentan.
Bagi ASN, TNI/Polri, dan pensiunan, Teddy menyampaikan tunjangan hari raya (THR) diberikan penuh 100 persen dan pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp55 triliun atau naik 10 persen dibandingkan tahun lalu dengan total 10,5 juta penerima.
“2,4 juta ASN Pusat/TNI/Polri sebesar Rp22,2 triliun; 4,3 juta ASN Daerah sebesar Rp20,2 triliun; serta 3,8 juta pensiunan sebesar Rp12,7 triliun,” tulisnya.
“Sudah mulai cair secara bertahap sejak 26 Februari 2026. THR berbeda dengan gaji ke-13 yang baru cair paling cepat Juni nanti,” tambah Seskab.
Pemerintah juga sambung Teddy menegaskan kewajiban pembayaran THR bagi pekerja swasta secara penuh dan tepat waktu, karena itu THR bagi 26,5 juta pekerja wajib diterima paling lambat H-7 lebaran dan tidak diperkenankan dibayarkan secara mencicil.
“Perusahaan yang melanggar akan kena sanksi administratif plus denda 5 persen. (Penerima) 26,5 juta pekerja (Peserta aktif BPJS Naker kategori Penerima Upah), (total) Rp124 triliun,” katanya.
Selain itu, pemerintah bersama perusahaan aplikator seperti Goto, Grab, Maxim, dan inDrive terang Teddy telah menyiapkan bonus hari raya (BHR) khusus bagi pengemudi ojek daring dan kurir dengan dana sekitar Rp220 miliar disepakati untuk sekitar 850 ribu mitra pengemudi.
“Penyaluran didorong lebih cepat, yaitu antara H-14 sampai H-7 Idulfitri,” tulisnya.
Sebagai pelengkap, pemerintah turut menyalurkan bantuan pangan berupa 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng untuk 35,04 juta keluarga, selain diskon transportasi dengan nilai subsidi Rp911,16 miliar juga disiapkan untuk mendukung mobilitas masyarakat selama periode mudik.
“WFA (work from anywhere), berlaku untuk ASN dan pekerja swasta pada tanggal 16, 17, 25, 26, dan 27 Maret 2026 agar mobilitas lebih fleksibel,” tandasnya.
Paket stimulus ekonomi ini bukan sekadar kebijakan fiskal, tetapi sinyal kuat negara hadir di tengah rakyat, memastikan Idulfitri 1447 H berlangsung dengan aman, lancar, dan penuh keberkahan. (Sumber : www.komdigi.go.id)










Comments