Kota Banjarmasin

Jelang Lebaran, TPID Banjarmasin Pantau Harga & Ketersediaan Pangan

0

BANJARMASIN, REPORTASE9.ID – Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Banjarmasin lakukan pemantauan di sejumlah pasar dan distributor pangan untuk memastikan stabilitas harga dan ketersediaan stok bahan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin, Ikhsan Budiman memimpin langsung monitoring yang berlokasi di Passar Tradisional Pekauman dan Distributor Telur di Kota Banjarmasin pada Jumat (13/3/2026) kemarin.

Diawali di Pasar Tradisional Pekauman, Ikhsan beserta jajaran TPID Kota Banjarmasin dan Pemerintah Kota Banjarmasin menyisir lapak pedagang mulai dari daging sapi, ayam, hingga komoditas bumbu dapur, dimana berdasarkan hasil pantauan, sejumlah komoditas mulai mengalami fluktuasi harga.

Dalam rilis pada Minggu (15/3/2026), Sekda Kota Banjarmasin, Ikhsan Budiman mengungkapkan kenaikan harga daging sapi dan bawang merah menjadi yang paling menonjol di pasar tradisional.

“Hari ini kita melakukan monitoring untuk ketersediaan pasokan bahan pokok menjelang hari lebaran, tadi kita awali di Pasar Tradisional Pekauman. Kita pantau tadi ada beberapa komoditi, dari daging sampai ayam dan bawang juga,” ujarnya.

Ikhsan merincikan harga daging sapi saat ini menyentuh angka Rp160.000 per kilogram, naik dari harga normal yang berada di kisaran Rp145.000, begitu pula dengan bawang merah yang naik dari Rp40.000 menjadi Rp45.000 per kilogram.

“Memang ada kenaikan menjelang lebaran ini, dan itu wajar karena memang biasanya seperti itu menjelang hari besar keagamaan,” tambahnya.

Usai dari pasar, rombongan bergerak menuju salah satu distributor telur di Kota Banjarmasin untuk memastikan pasokan protein hewani tersebut aman hingga hari lebaran tiba.

Di situ, Ikhsan mengetahui harga telur ayam ras juga mengalami penyesuaian, dari harga semula Rp26.000 per kilogram, kini sudah menembus Rp30.000 per kilogram.

Menariknya, Ikhsan menyebut kenaikan telur bukan semata-mata karena momentum lebaran, melainkan adanya faktor eksternal terkait konsumsi nasional.

“Kenaikan ini tidak dipicu oleh karena mendekati lebaran, tetapi memang karena permintaan yang meningkat kemudian jumlah produksinya tetap. Meningkatnya permintaan ini mungkin dikarenakan beberapa hal, salah satunya juga dari penyelenggaraan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sudah mulai aktif,” jelasnya.

Ikhsan menjelaskan pasokan telur untuk Banjarmasin masih bergantung pada dua wilayah utama, yakni Bati-Bati (Tanah Laut) dan Blitar (Jawa Timur).

“Meski selama bulan Ramadan menu MBG cenderung merupakan menu kering, namun aktivitas program tersebut telah mengerek permintaan pasar secara keseluruhan,” ungkapnya.

Ikhsan memprediksi permintaan akan kembali normal setelah masa lebaran usai.

Secara keseluruhan, TPID Kota Banjarmasin menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir karena stok bahan pokok di Kota Banjarmasin dipastikan mencukupi hingga lebaran nanti.

“Pemerintah kota akan terus memantau pergerakan harga secara harian untuk mencegah adanya spekulan yang memanfaatkan momentum hari besar,” pesannya. (Sumber : Prokom Banjarmasin)

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like