BANJAR, REPORTASE9.ID – Menjelang Bulan Ramadan 1447 Hijriah, geliat aktivitas di Pasar Bauntung Batuah Martapura mulai meningkat. Namun, lonjakan harga sejumlah kebutuhan pokok justru menjadi perhatian pedagang dan pembeli.
Komoditas cabai tercatat mengalami kenaikan paling signifikan. Cabai asal Sulawesi yang sebelumnya dijual Rp60 ribu per kilogram kini melonjak ke kisaran Rp75 ribu hingga Rp80 ribu per kilogram.
“Naiknya sekitar Rp20 ribu per kilo. Sudah beberapa hari ini harga segitu,” ujar Novia, salah satu pedagang sayur di pasar tersebut, Senin (16/02/2025).
Hal serupa terjadi pada cabai jenis Jepang. Dari harga normal Rp50 ribu sampai Rp62 ribu per kilogram, kini bertahan di angka Rp70 ribu per kilogram.
Tak hanya cabai, sejumlah sayuran seperti kacang panjang, kol, terong, dan timun ikut terkerek naik. Jika sebelumnya dijual sekitar Rp7 ribu per ikat, kini berada di kisaran Rp14 ribu hingga Rp15 ribu per ikat.
Menurut Novia, kenaikan harga dipicu berkurangnya pasokan dari daerah penghasil. Kondisi tersebut diperparah dengan meningkatnya permintaan menjelang bulan puasa.
“Pasokan dari sananya lagi sedikit, barang jadi langka. Biasanya kalau mau Ramadan memang permintaan naik,” jelasnya.
Lonjakan harga ini berdampak langsung pada daya beli masyarakat. Ia menyebut banyak pembeli yang mengurangi jumlah belanja, terutama pelaku usaha kecil seperti penjual pentol dan bakso yang membutuhkan cabai dalam jumlah cukup banyak.
Keluhan serupa disampaikan Sri, salah satu pembeli. Ia mengaku kenaikan harga terasa memberatkan, terlebih bagi masyarakat dengan penghasilan terbatas.
“Berasa sekali naiknya. Bukan cuma cabai, sayur juga ikut naik,” katanya.
Meski harga meningkat, Sri mengaku sulit mengurangi penggunaan cabai untuk kebutuhan dapur sehari-hari.
“Kalau masak harus pedas, jadi tetap beli walaupun mahal,” tambahnya.
Pedagang dan pembeli berharap harga kebutuhan pokok dapat segera stabil agar persiapan Ramadan tidak semakin membebani pengeluaran rumah tangga.










Comments