Kabupaten Banjar

Kabupaten Banjar Capai Status Optimal dalam Pengelolaan Informasi Geospasial

0

BANJAR, REPORTASE9.ID – Kabupaten Banjar mencatat progres signifikan dalam pengelolaan informasi geospasial. Hasil evaluasi Badan Informasi Geospasial (BIG) menunjukkan status Simpul Jaringan Informasi Geospasial meningkat dari 1,68 (Terbangun) pada 2024 menjadi 3,52 (Optimal) pada 2025.

Peningkatan ini menjadi bukti penguatan tata kelola data spasial yang semakin terintegrasi dan kolaboratif antar perangkat daerah.

Kepala Bappedalitbang Kabupaten Banjar, Nashrullah Shadiq menegaskan, capaian ini bukan sekadar angka administratif, melainkan hasil kerja keras bersama dalam memperkuat kualitas data, kelembagaan, serta kapasitas SDM pengelola.

“Data yang akurat dan terstandar memudahkan kita mengambil keputusan tepat dan terukur,” ujarnya saat membuka Rapat Koordinasi Penyelenggaraan Informasi Geospasial Kabupaten Banjar di Aula Baiman Bappedalitbang, Rabu (04/03/2026).

Rapat yang turut dihadiri penanggung jawab data spasial dan operator SKPD membahas beberapa agenda penting, termasuk tindak lanjut surat edaran bersama terkait penyelenggaraan informasi geospasial, progres pengembangan geoportal Kabupaten Banjar, serta laporan evaluasi simpul jaringan.

Kabid Infrastruktur dan Kewilayahan Bappedalitbang, Herlina Maulidah menambahkan, pengelolaan informasi geospasial kini mengacu pada regulasi terbaru, termasuk Perpres Nomor 2 Tahun 2026 dan surat edaran bersama Kementerian PPN/Bappenas, Kemendagri, serta BIG.

Ia menekankan sinergi antara produsen data SKPD, pembina data BIG, dan wali data melalui Dinas Kominfo sebagai kunci presisi kebijakan pembangunan berbasis spasial.

Meski capaian sudah optimal, sejumlah tantangan masih dihadapi. Pengelola Geospasial Bappedalitbang, Rezza mengingatkan, masih terdapat data yang belum lengkap atributnya sesuai standar Katalog Unsur Geografi Indonesia (KUGI), keterbatasan perangkat keras di beberapa SKPD, serta belum optimalnya koordinasi verifikasi dan pembaruan data.

Ia meminta setiap SKPD menunjuk operator konsisten dan memastikan sarana pendukung tersedia agar pemutakhiran data berjalan berkelanjutan.

Diskusi dalam rapat berlangsung dinamis, termasuk masukan soal penyusunan SOP pengelolaan data, pembaruan SK Forum Satu Data, serta inisiasi kerja sama tertulis antarlembaga untuk memperkuat kelembagaan.

Dengan pencapaian status optimal ini, Kabupaten Banjar menegaskan komitmennya menjadi daerah unggul dalam tata kelola data spasial.

Diharapkan, geoportal bukan sekadar etalase data, tetapi benar-benar menjadi instrumen strategis mendukung perencanaan, pengendalian, dan evaluasi pembangunan yang transparan, terukur, dan berdampak nyata bagi masyarakat.

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like