Daerah

Kelanjutan Bendungan Riam Kiwa Dibahas, DPRD Kalsel Jadwalkan Rapat Koordinasi

0

KALSEL, REPORTASE9.ID – Kelanjutan pembangunan Bendungan Riam Kiwa di Kabupaten Banjar kembali menjadi perhatian. Proyek yang telah lama dinantikan masyarakat, khususnya di kawasan Banjarbakula yang kerap terdampak banjir, rencananya akan dibahas dalam rapat koordinasi lintas instansi pada April mendatang.

Anggota Komisi 3 DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel), Ahmad Syarwani mengatakan, pihaknya telah mengusulkan agenda rapat koordinasi untuk membahas tindak lanjut progres pembangunan Bendungan Riam Kiwa.

Menurutnya, rapat tersebut penting untuk memastikan kejelasan kelanjutan proyek yang diharapkan mampu menjadi solusi pengendalian banjir di wilayah Kabupaten Banjar dan sekitarnya.

“Kami di DPRD Provinsi Kalsel sudah mengusulkan agar segera dilakukan rapat koordinasi untuk membahas kelanjutan pembangunan Bendungan Riam Kiwa,” ujarnya saat diwawancarai awak media, Selasa (10/03/2026).

Ia menjelaskan, pembangunan bendungan tersebut dinilai sangat penting bagi kawasan Banjarbakula yang selama bertahun-tahun kerap terdampak banjir.

Karena itu, berbagai pihak perlu bersama-sama mendorong agar proyek strategis tersebut dapat segera dilaksanakan.

“Ini penting bagi kita semua, khususnya masyarakat Banjarbakula yang selama ini sering terdampak banjir. Karena itu perlu sinergi dari semua pihak agar pembangunan Riam Kiwa bisa segera terlaksana,” katanya.

Ia menambahkan, rapat koordinasi nantinya akan melibatkan berbagai pihak, mulai dari DPRD Provinsi Kalsel, pemerintah provinsi, hingga Pemerintah Kabupaten Banjar.

Selain itu, sejumlah instansi teknis juga akan diundang untuk memberikan penjelasan terkait perkembangan proyek tersebut.

“Rapat koordinasi rencananya melibatkan DPRD provinsi, Sekretaris Daerah provinsi, Dinas Kehutanan, PUPR provinsi, Balai Wilayah Sungai (BWS), serta dari Pemerintah Kabupaten Banjar seperti Sekda, asisten, hingga pihak kecamatan dan kepala desa,” jelasnya.

Ia menyebutkan, desa yang berada di kawasan terdampak seperti wilayah Kecamatan Aranio hingga Paramasan juga akan dilibatkan dalam pembahasan tersebut.

Agenda utama rapat nantinya adalah mengidentifikasi berbagai kendala yang menyebabkan progres pembangunan Bendungan Riam Kiwa hingga saat ini terkesan belum berjalan.

“Kita ingin mengetahui apa saja kendala yang membuat progres pembangunan seolah stagnan. Itu yang akan menjadi fokus pembahasan dalam rapat koordinasi nanti,” ungkapnya.

Terkait informasi mundurnya Direktur proyek Bendungan Riam Kiwa, Dwi Purwantoro, Syarwani mengaku belum menerima keterangan resmi mengenai hal tersebut.

Meski demikian, ia menegaskan yang terpenting saat ini adalah memastikan ada kepastian dari pemerintah terkait kelanjutan proyek tersebut pada tahun 2026.

“Kami belum mendapat keterangan resmi terkait itu. Yang jelas kami ingin ada kepastian dari pemerintah provinsi mengenai keberlanjutan program ini,” katanya.

Sementara itu, terkait kebutuhan anggaran pembangunan Bendungan Riam Kiwa diperkirakan mencapai sekitar Rp1,5 triliun. Namun demikian, berdasarkan informasi terakhir yang diterimanya dari pihak BWS, anggaran untuk proyek tersebut disebut telah tersedia.

Rapat koordinasi terkait kelanjutan pembangunan Bendungan Riam Kiwa sendiri direncanakan digelar pada awal April 2026.

Hasil dari pertemuan tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran lebih jelas mengenai progres serta kepastian pembangunan bendungan yang telah lama dinantikan masyarakat Kabupaten Banjar tersebut.

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

More in Daerah