BANJAR,REPORTASE9.ID – Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas II A Martapura kembali gelar razia gabungan bersama Aparat Penegak Hukum (APH) di blok Minimum Security pada Jum’at (24/10/2025) malam.
Kepala LPP Kelas II A Martapura Evi Loliancy mengatakan, kegiatan razia ini dilakukan di dua blok, yaitu Blok Minimum I dan II dengan jumlah 14 kamar yang digeledah.
Selain menggelar razia juga dilakukan tes urine terhadap 10 warga binaan secara acak, dan 35 petugas LPP.
“Dari hasil tes urine dinyatakan semua negatif dan barang hasil temuan dari giat razia bisa dilihat ada paku, cermin, sendok dan barang lainnya yang masuk kategori tidak boleh ada di ruang tahanan,”ujarnya.

Evi juga memaparkan jumlah warga binaan yang ada di LPP Kelas II A Martapura sebanyak 518 orang, dengan kapasitas LP 210.
“Jadi memang kami mengalami over kapasitas,”ucapnya.
Masih kata Evi selain itu juga melalui giat razia ini merupakan wujud komitmen LPP Kelas II A Martapura dalam melaksanakan tugas dari 13 akselerasi yang dicanangkan oleh Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Dalam memberantas penyalahgunaan narkoba dan juga handphone yang dilarang di Lembaga Pemasyarakatan.

“Kami bersama dengan pihak APH berupaya memberikan pelayanan yang terbaik dan juga tetap menjalankan tugas kami untuk menjaga lapas harus bersih dan bebas dari narkoba dan handphone,”terangnya.
Ia juga berharap kedepannya kegiatan ini selalu didukung oleh APH terkait. Sebagai bentuk sinergi antara LPP dengan Polres Banjar, Kodim 1006 Banjar, dan BNN Kota Banjarbaru.
Sementara itu Kepala BNN Kota Banjarbaru Arif Wahyu Bibitharta mengapresiasi Kepala LPP Kelas II A Martapura atas giat razia pada malam ini. Tentunya ini bentuk komitmen LPP Martapura dalam memberantas narkoba dan handphone.
“Setelah kita lakukan razia ternyata tidak ditemukan handphone sama sekali. Ini merupakan komitmen yang luar biasa dan kami berterimakasih kepada Kalapas Perempuan karena telah bersinergi dengan BNN Banjarbaru, Polres Banjar dan Kodim 1006 Banjar,”ungkapnya.
Arif berharap melalui kegiatan razia ini terus berkesinambungan. Karena ini merupakan bentuk pencegahan dan juga melalui tes urine yang dilakukan terhadap petugas lapas dan warga binaan.
“Semoga terus berkesinambungan dan Alhamdulillah hasil tes urinenya non reaktif dan nihil dari narkoba, serta barang temuan hasil razia juga berkurang jumlahnya,” pungkasnya.










Comments