Berita UtamaReligi

Malam Nisfu Syaban: Momentum Keberkahan dan Persiapan Menuju Ramadan

0

REPORTASE9.ID – Umat Muslim di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, bersiap menyambut malam Nisfu Syaban yang jatuh pada pertengahan bulan Syaban dalam kalender Hijriah. Malam yang dikenal sebagai “Malam Pengampunan” ini menjadi salah satu momentum paling dinanti sebelum memasuki bulan suci Ramadan.

Apa Itu Malam Nisfu Syaban?

Nisfu Syaban secara harfiah berarti pertengahan bulan Syaban. Dalam tradisi Islam, malam ini dipercaya sebagai waktu di mana catatan amal ibadah manusia selama setahun dilaporkan kepada Allah SWT.

Selain itu, banyak ulama menyebutkan bahwa pada malam ini, pintu langit dibuka dan doa-doa dikabulkan. Hal inilah yang mendasari antusiasme masyarakat untuk mengisi malam tersebut dengan berbagai kegiatan spiritual.


Tradisi dan Amalan yang Dianjurkan

Berdasarkan pantauan Reportase9.id di berbagai daerah, perayaan Nisfu Syaban biasanya diisi dengan kegiatan kolektif di masjid maupun musala. Berikut adalah beberapa amalan yang umum dilakukan:

  1. Membaca Surat Yasin Tiga Kali:
    • Bacaan pertama diniatkan untuk memohon umur panjang yang berkah dalam ketaatan.
    • Bacaan kedua diniatkan untuk perlindungan dari marabahaya dan keluasan rezeki yang halal.
    • Bacaan ketiga diniatkan agar wafat dalam keadaan husnul khatimah.
  2. Memperbanyak Doa dan Istigfar: Mengingat malam ini adalah malam pengampunan (Lailatul Maghfirah), umat Muslim dianjurkan untuk memohon ampun atas segala kekhilafan.
  3. Puasa Nisfu Syaban: Melaksanakan puasa pada hari ke-15 bulan Syaban sebagai bentuk syukur dan penyucian diri.

Catatan Redaksi: “Nisfu Syaban bukan sekadar tradisi, melainkan ‘gerbang’ pengingat bahwa Ramadan hanya tersisa 15 hari lagi. Ini adalah waktu yang tepat untuk mempererat silaturahmi dan saling memaafkan.”


Makna Sosial dan Kebersamaan

Di Indonesia, malam Nisfu Syaban juga kental dengan nuansa sosial. Di beberapa daerah, masyarakat mengadakan kenduri atau makan bersama setelah berdoa di masjid. Tradisi ini memperkuat ikatan persaudaraan antarwarga, sekaligus menjadi ajang saling memaafkan sebelum menjalankan ibadah puasa Ramadan.

Bagi Anda yang ingin merayakan malam Nisfu Syaban, pastikan untuk tetap menjaga kekhusyukan dan memanfaatkan waktu ini sebagai sarana refleksi diri agar lebih siap secara mental dan spiritual menghadapi bulan Ramadan mendatang.

Muhammad Asfiani

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

More in Berita Utama