BANJAR, REPORTASE9.ID – Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) bersama Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kabupaten Banjar gelar kegiatan pendampingan psikososial bagi anak-anak korban banjir dalam program Hadir Bareng di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar pada Kamis (8/1/2026).
Kegiatan ini dilaksanakan di tengah kondisi banjir yang telah melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Banjar sejak beberapa pekan terakhir.
Banjir yang berkepanjangan tersebut berdampak pada aktivitas warga, termasuk anak-anak yang harus tinggal di pengungsian dan mengalami keterbatasan ruang bermain serta terganggunya proses belajar akibat sekolah yang diliburkan.
Kegiatan pendampingan ini bertujuan mengisi ruang bermain dan belajar anak-anak pengungsi melalui berbagai permainan edukatif dan interaktif yang dirancang untuk memulihkan semangat serta kesehatan psikologis mereka.
Relawan Muhammadiyah Kabupaten Banjar Kholisa Nur Amali menjelaskan rangkaian kegiatan dikemas dengan pendekatan yang menyenangkan agar anak-anak merasa aman dan nyaman.
“Kegiatan ini kami lakukan untuk mengisi waktu anak-anak yang waktu bermainnya terbatas karena berada di pengungsian, sementara waktu belajar juga terganggu karena sedang dilakukan kebijakan PJJ. Kami isi dengan permainan seru dan interaktif,” ujarnya.

Alumnus S1 Psikologi Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin ini menambahkan, aktivitas diawali dengan dancing dan singing yang diikuti anak-anak dengan penuh semangat, serta disusul aktivitas pengenalan emosi seperti senang, marah, sedih, dan terkejut.
“Anak-anak diajak mengenali perasaannya sendiri dan mencontohkan berbagai ekspresi emosi secara interaktif. Setelah itu, mereka mewarnai gambar menggunakan crayon, lalu bermain ular tangga raksasa dengan menjawab pertanyaan seputar kehidupan sehari-hari dan menerima hadiah jika berhasil melewati tantangan,” jelas Kholisa.
Senada dengan itu Ketua Bidang Sosial Pemberdayaan Masyarakat (SPM) dan Lingkungan Hidup PC IMM Kabupaten Banjar M. Guspani Khalik sebagai penanggung jawab kegiatan menegaskan kegiatan ini merupakan bentuk dukungan psikososial bagi anak-anak terdampak banjir.
“Kegiatan sosial ini bertujuan untuk memberikan dukungan psikososial guna mengurangi trauma emosional anak-anak akibat bencana. Melalui role play, art therapy, dan permainan kerja sama, kami ingin memulihkan rasa aman, keceriaan, serta semangat anak-anak untuk bangkit kembali,” katanya.
Selain pendampingan psikologis, kegiatan Hadir Bareng juga bertujuan meningkatkan kepedulian masyarakat serta memberikan bantuan tanggap darurat berupa sembako dan pendampingan langsung di lokasi pengungsian.
Guspani berharap melalui kegiatan ini anak-anak pengungsi dapat pulih secara mental dan kembali bersemangat menjalani aktivitas sehari-hari pasca-banjir.
“Kami berharap trauma anak-anak dapat berkurang, mereka kembali fokus belajar dan menjalani kehidupan normal. Kegiatan ini juga diharapkan mampu memperkuat solidaritas komunitas dalam upaya penanggulangan bencana,” pungkasnya.
Sebagai informasi, berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Banjar yang dirilis oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Banjar per 7 Januari, banjir telah berdampak pada 12 kecamatan dengan total 135 desa/kelurahan terdampak dan jumlah pengungsi tercatat sebanyak 3.057 jiwa yang tersebar di 20 titik pengungsian.










Comments