KALSEL, REPORTASE9.ID – Menteri Sosial (Mensos) RI Syaifullah Yusuf lakukan kunjungan kerja ke Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) untuk meninjau langsung lokasi banjir di Desa Keramat, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar pada Minggu (4/1/2026).
Syaifullah Yusuf mengungkapkan dari hasil pantauannya di lapangan, genangan air di beberapa kawasan yang berada dekat aliran sungai masih tergolong tinggi dan memerlukan waktu untuk dapat surut sepenuhnya.
Kondisi tersebut sambungnya dalam rilis pada Senin (5/1/2026) menyebabkan sebagian warga belum dapat kembali bermalam di rumah dan masih harus mengungsi.
“Tadi saya melihat langsung, memang di satu kawasan dekat sungai airnya masih cukup tinggi dan memerlukan waktu untuk surut. Karena itu, dukungan logistik masih sangat dibutuhkan, mulai dari makanan siap saji, pakaian, khususnya untuk lansia, anak-anak dan ibu-ibu, kebutuhan khusus perempuan, hingga selimut,” katanya.
Syaifullah Yusuf menegaskan Kementerian Sosial akan terus berkoordinasi dan bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pemerintah daerah, Dinas Sosial, serta unsur terkait lainnya untuk memastikan seluruh kebutuhan dasar warga terdampak dapat terpenuhi.
Berdasarkan data sementara, tercatat lebih dari 1.200 kepala keluarga atau sekitar 4.000 jiwa terdampak banjir di Kabupaten Banjar.
“Bantuan sembako akan kita salurkan kepada seluruh keluarga terdampak setelah data lengkap masuk. Semangat gotong royong ini yang terus kita perkuat,” tegasnya.
Syaifullah Yusuf juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, karena jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi, maka potensi kenaikan debit air masih sangat besar.
Oleh karena itu, warga diminta untuk terus memantau perkembangan cuaca dan saling mengingatkan satu sama lain, serta menekankan Kolaborasi lintas sektor dalam upaya penanganan banjir.
“Setiap kali Kementerian Sosial turun ke lapangan, pasti bersama pemerintah provinsi dan kabupaten. Di dalamnya ada BPBD, Dinas Sosial, TNI, Polri, serta relawan dan LSM. Kita bahu-membahu mengidentifikasi masalah dan mencari solusi terbaik,” jelasnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalsel M. Syarifuddin menambahkan saat ini Kabupaten Banjar menjadi prioritas penanganan banjir di Kalimantan Selatan.
Pemerintah provinsi bersama BPBD dan Dinas Sosial sambungnya terus bersiaga dan memberikan layanan kepada masyarakat terdampak, termasuk penyediaan dapur umum dan bantuan sembako.
“Untuk daerah lain, situasi relatif terkendali dan sudah surut. Namun di Kabupaten Banjar kita fokuskan penanganan, sambil terus memantau perkembangan cuaca,” ujarnya.
Kunjungan kerja Mensos RI ini terang Syarifuddin diharapkan dapat mempercepat penanganan banjir serta memastikan kebutuhan dasar warga terdampak di Desa Keramat dan sekitarnya dapat terpenuhi secara optimal. (Sumber : MC Kalsel)










Comments