KALSEL, REPORTASE9.ID – Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) diwakili Plt Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Muhamad Muslim hadiri Musyawarah Wilayah (Muswil) Hidayatullah Kalimantan Selatan ke-VI Tahun 2025 di Asrama Haji Embarkasi Banjarmasin pada Sabtu (20/12/2025).
Dikutip dari berbagai sumber, Hidayatullah merupakan organisasi massa (Ormas) Islam yang didirikan oleh KH Abdullah Said pada tahun 1973 di Kalimantan Timur (Kaltim).
Hidayatullah memiliki fokus utama membangun peradaban Islam melalui dakwah dan pendidikan (pesantren, sekolah, kampus) serta mengelola media dan unit usaha lainnya yang tersebar luas di Indonesia dan mancanegara.
Ormas Islam ini mengusung manhaj Nabawi, menekankan pendidikan integratif antara ilmu umum dan agama, serta mengirim dai ke daerah terpencil.
Plt Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Muslim mengatakan dinamika sosial masyarakat saat ini semakin kompleks, dengan cara berpikir yang kian beragam, sehingga menuntut pendekatan dakwah yang tidak hanya benar secara substansi, tetapi juga tepat sasaran dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Dakwah tidak cukup hanya benar, tetapi juga harus tepat dan dirasakan manfaatnya. Musyawarah Wilayah Hidayatullah ke-6 ini menjadi ruang penting untuk berhenti sejenak dari rutinitas, mengevaluasi peran dan dampak organisasi, serta merumuskan langkah-langkah strategis agar dakwah semakin relevan dan membumi,” ujarnya.
Muslim menekankan organisasi keagamaan memiliki peran strategis dalam kehidupan sosial masyarakat Kalsel karena tidak hanya dalam menjaga nilai-nilai keislaman, tetapi juga merawat harmoni sosial, memperkuat karakter generasi muda, serta menjadi mitra kritis dan konstruktif bagi pemerintah daerah.
“Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memandang Hidayatullah sebagai bagian dari kekuatan sosial yang mampu menjembatani nilai-nilai agama dengan realitas kehidupan masyarakat saat ini,” katanya.
Lebih lanjut, Muslim menyampaikan tantangan keumatan saat ini membutuhkan dakwah yang tidak berhenti di mimbar, pendidikan yang tidak terbatas di ruang kelas, serta gerakan sosial yang hadir langsung di tengah persoalan umat.
Melalui Muswil VI ini, Pemerintah Provinsi Kalsel berharap lahir gagasan-gagasan yang tidak hanya ideal, tetapi juga dapat diterjemahkan menjadi kerja nyata yang terukur dan berkelanjutan, sehingga pemerintah daerah pun membuka ruang seluas-luasnya untuk kerja sama dengan seluruh elemen umat, termasuk organisasi Hidayatullah.
“Pembangunan daerah tidak bisa berjalan sendiri. Ia membutuhkan partisipasi, kepercayaan, dan peran aktif masyarakat sipil. Ketika pemerintah dan organisasi kemasyarakatan berjalan seiring, dampak pembangunan akan lebih terasa dan bermanfaat bagi masyarakat,” tutupnya. (Sumber : MC Kalsel)















Comments