Daerah

PAD 2025 Lampaui Target Awal, UPTD Kebun Raya Banua Fokus Kembangkan Kawasan

0

KALSEL, REPORTASE9.ID – UPTD Kebun Raya Banua baru-baru ini telah memaparkan capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2025 yang dinilai cukup positif di tengah berbagai tantangan, terutama faktor alam yang berdampak pada penurunan jumlah pengunjung.

Plt. Kepala UPTD Kebun Raya Banua Firmansyah pada Kamis (8/1/2026) mengungkapkan awalnya target PAD tahun 2025 ditetapkan sebesar Rp1,2 miliar, namun Kebun Raya Banua berhasil merealisasikan pendapatan sebesar Rp1,27 miliar.

“Target capaian PAD kita yakni Rp1,2 miliar dan itu berhasil terpenuhi, karena pada tahun 2025 kita bisa mencapai Rp1,27 miliar,” ujarnya.

Namun demikian, setelah adanya penyesuaian target menjadi Rp1,4 miliar, Firmansyah menyebut capaian tersebut belum sepenuhnya terpenuhi.

Menurutnya, kondisi alam menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi penurunan jumlah kunjungan masyarakat ke Kebun Raya Banua.

“Setelah ada penetapan target Rp1,4 miliar, memang belum bisa kita penuhi. Salah satu faktor penentunya adalah kondisi alam yang berdampak pada berkurangnya jumlah pengunjung,” jelasnya.

Meski demikian, Firmansyah menegaskan capaian PAD tahun 2025 tetap patut diapresiasi, karena dengan jumlah pengunjung yang menurun pun UPTD Kebun Raya Banua masih mampu melampaui target awal yang telah ditetapkan.

“Kalau kita melihat target awal dengan jumlah pengunjung yang berkurang tapi target tetap terpenuhi, maka sebenarnya kita sudah melebihi target yang ditentukan,” jelasnya.

Karena itu pada tahun 2026 ini UPTD Kebun Raya Banua optimistis dapat mencapai target Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp1,5 miliar sebagaimana yang ditetapkan oleh Badan Pendapatan Daerah (Bappenda) Provinsi Kalimantan Selatan.

Firmansyah menyatakan pihaknya yakin mampu memenuhi capaian tersebut melalui penerapan sejumlah strategi pengembangan dan optimalisasi pengelolaan kawasan.

“Pada tahun 2026 kita ditargetkan oleh Bappenda Provinsi Kalimantan Selatan untuk capaian PAD sebesar Rp1,5 miliar. Insya Allah kita bisa memenuhi target tersebut dengan beberapa catatan,” ujarnya.

Salah satu strategi utama yang akan dilakukan adalah membuka akses kawasan Kebun Raya Banua secara lebih luas, termasuk menghubungkan area gerbang utama dengan gerbang utara guna meningkatkan mobilitas dan jumlah pengunjung.

“Area kebun raya akan menjadi lebih terbuka, di mana gerbang utara dan gerbang utama nantinya memiliki line penghubung. Ini diharapkan dapat menambah jumlah pengunjung,” jelas Firmansyah.

Selain peningkatan kunjungan, optimalisasi layanan reservasi juga menjadi fokus pengelola pada tahun 2026 dengan rencana membuka sejumlah lokasi baru yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan dan acara masyarakat.

“Kami juga akan membuka beberapa tempat baru untuk reservasi, sehingga dapat mendukung peningkatan pendapatan dari sektor non-tiket,” tambahnya.

Dengan berbagai upaya tersebut, UPTD Kebun Raya Banua optimistis dapat mencapai bahkan melampaui target PAD yang telah ditetapkan. (Sumber : MC Kalsel)

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

More in Daerah