BANJAR, REPORTASE9.ID – Setelah beberapa hari sempat lesu akibat banjir, denyut aktivitas pasar rakyat di Kabupaten Banjar kini kembali menggeliat. Arus barang kebutuhan pokok yang sebelumnya tersendat mulai lancar, diikuti pergerakan harga yang perlahan turun dan mendekati kondisi normal.
Pantauan di sejumlah pasar menunjukkan pedagang kembali menerima pasokan rutin, baik dari petani lokal maupun dari daerah luar. Kondisi ini membuat kekhawatiran masyarakat terhadap lonjakan harga berangsur mereda.
Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUMPP) Kabupaten Banjar menilai stabilitas harga masih terjaga. Meski terdapat penyesuaian di beberapa komoditas, perubahan tersebut dinilai masih dalam batas wajar.
Staf Seksi Bahan Pokok dan Penting DKUMPP Banjar, Abdurrahim menjelaskan, bencana banjir sebelumnya berdampak langsung pada jalur distribusi dan area produksi pertanian, sehingga memicu fluktuasi harga di pasar.

“Begitu akses distribusi kembali terbuka dan pasokan masuk, kondisi pasar cepat pulih. Sekitar sepekan setelah banjir surut, harga mulai stabil,” ujarnya saat diwawancarai diruang kerjanya Jumat (30/01/2026).
Menurutnya, komoditas yang paling cepat mengalami perubahan harga adalah sayur-mayur karena sangat bergantung pada pasokan harian. Saat stok mencukupi, harga langsung menurun.
Sementara itu, untuk komoditas protein hewani, harga ayam potong saat ini berada di kisaran Rp27.000 per kilogram dan telur ayam ras sekitar Rp30.000 per kilogram. Adapun minyak goreng dan gula pasir mengalami kenaikan tipis sekitar Rp500 per satuan.
“Ini dinamika pasar biasa, bukan lonjakan akibat spekulasi,” tegasnya.
DKUMPP juga mengingatkan pedagang agar tidak melakukan penimbunan, terutama menjelang Ramadan yang biasanya diikuti peningkatan konsumsi masyarakat.
“Permintaan pasti naik, tapi kalau distribusi tetap lancar, harga akan terkendali,” tambahnya.
Dengan cuaca yang mulai bersahabat dan aktivitas distribusi kembali normal, pemerintah daerah optimistis daya beli masyarakat tetap terjaga hingga memasuki bulan Ramadan.










Comments