BANJAR, REPORTASE9.ID – Guna memberikan ruang bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) menjalankan ibadah puasa dengan lebih khusyuk, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar melakukan penyesuaian jam kerja selama Ramadan 1447 Hijriah tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Banjar, Nur Azizah menerangkan, perubahan jam kerja berlaku untuk seluruh perangkat daerah, dengan pengaturan berbeda antara hari biasa dan Jumat.
“Pada Senin hingga Kamis, ASN mulai bekerja pukul 08.00 WITA. Waktu istirahat berlangsung pukul 12.30–13.00 WITA, dan aktivitas kantor berakhir pukul 15.00 WITA. Jadwal ini lebih singkat dibanding hari normal yang biasanya dimulai pukul 07.30 dan selesai pukul 16.00 WITA,” ujarnya.
Adapun pada hari Jumat, jam masuk tetap pukul 08.00 WITA. Istirahat diperpanjang dari pukul 12.00 hingga 13.00 WITA untuk pelaksanaan salat Jumat, sehingga jam pulang menjadi pukul 15.30 WITA.
Sementara itu, Kepala Bagian Organisasi Setda Banjar, Santi Nurlaela menambahkan, total jam kerja ASN selama Ramadan menjadi 32 jam 30 menit per minggu.
“Jumlah tersebut berkurang lima jam dari ketentuan normal yang mencapai 37 jam 30 menit per minggu,” tambahnya.
Meski demikian, roda pelayanan publik dipastikan tidak berhenti. Mengacu pada SK Bupati Nomor 557 Tahun 2024, terdapat delapan perangkat daerah yang mendapat pengecualian karena bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Unit yang dimaksud meliputi Dinas Pendidikan (unit sekolah), rumah sakit, BPBD pada bidang kedaruratan dan logistik, Satpol PP untuk pos jaga ketertiban umum, DPRKPLH bidang persampahan, Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Kesehatan untuk Puskesmas, serta Dinas Sosial khusus operasional Rumah Singgah.
Beberapa layanan bahkan tetap beroperasi penuh. Rumah Singgah menjalankan sistem tiga shift selama 24 jam. Puskesmas rawat inap melayani tujuh hari dalam sepekan, sedangkan Puskesmas rawat jalan tetap buka Senin sampai Sabtu.
Penyesuaian ini diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara produktivitas aparatur dan kekhusyukan ibadah Ramadan, tanpa mengurangi kualitas layanan kepada masyarakat Banjar.










Comments