BANJAR, REPORTASE9.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar terus mengoptimalkan koordinasi lintas sektor dalam menangani bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah dalam beberapa pekan terakhir.
Upaya-upaya tersebut disampaikan dalam jumpa pers yang digelar di Aula Barakat Mini, Kabupaten Banjar, Selasa (6/01/2026).
Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar, Yudi Andrea mengatakan, jumpa pers tersebut menjadi sarana penyampaian informasi resmi sekaligus ruang komunikasi antara pemerintah daerah, insan pers, dan masyarakat.
“Kegiatan ini untuk menyebarkan informasi penanganan banjir sekaligus menampung masukan dari masyarakat yang perlu disampaikan kepada kami,” ujarnya.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar, banjir berdampak pada 9 kecamatan yang mencakup 121 desa dan kelurahan, dengan total 4.369 kepala keluarga dan 12.353 jiwa terdampak.
Ia juga menegaskan, Pemkab Banjar terus memperkuat sinergi antarperangkat daerah serta instansi terkait agar penanganan banjir berjalan efektif dan tepat sasaran.
Ia juga berharap, dukungan insan pers dalam menyampaikan informasi yang akurat kepada masyarakat.
“Pemerintah Kabupaten Banjar terus mengoptimalkan koordinasi lintas sektor agar penanganan banjir berjalan efektif dan tepat sasaran,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjar, Wasis Nugraha menjelaskan, penanganan banjir dikendalikan melalui posko induk dan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD.
“Saat ini ada tiga dapur umum aktif, yakni di Kecamatan Sungai Tabuk, Martapura Barat, dan Dinas Sosial kantor dua yang melayani wilayah Martapura dan sekitarnya,” jelasnya.
Ia menyebutkan, setiap dapur umum mampu memproduksi sekitar 5.000 hingga 6.000 porsi makanan per hari yang disalurkan ke titik-titik pengungsian. Selain itu, bantuan logistik seperti beras, gula, mi instan, dan ikan kaleng terus didistribusikan kepada warga terdampak.
Untuk memenuhi kebutuhan air bersih, BPBD menyiapkan tandon serta suplai menggunakan mobil tangki, khususnya di wilayah yang sumber air bersihnya terdampak banjir. Hingga saat ini, seluruh permintaan air bersih telah terlayani.
Ia menambahkan, status tanggap darurat banjir di Kabupaten Banjar diperpanjang hingga 12 Januari 2026. Jika kondisi memburuk, BPBD siap mendorong pembentukan dapur umum tambahan di tingkat kecamatan maupun desa dengan dukungan logistik dari pemerintah daerah.
“Untuk jangka panjang, pemerintah daerah terus mendorong upaya mitigasi, baik melalui kerja sama lintas daerah, peningkatan daerah resapan, hingga dukungan program nasional,” pungkasnya.
Terkait pendanaan, anggaran kebencanaan Kabupaten Banjar tahun ini sebesar Rp10 miliar yang bersumber dari Belanja Tidak Terduga (BTT), serta mendapat dukungan dari pemerintah provinsi dan pemerintah pusat.










Comments