BANJAR, REPORTASE9.ID – Memasuki hari ke-12 penanganan bencana banjir, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar kembali salurkan bantuan logistik kepada masyarakat terdampak di Kecamatan Sungai Tabuk dan Kecamatan Astambul.
Dalam rilis yang diterima pada Minggu (11/1/2026) Penyaluran bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Pemkab Banjar untuk memastikan kebutuhan dasar warga terdampak tetap terpenuhi.
Pemkab Banjar terus mengoptimalkan distribusi bantuan logistik ke sejumlah wilayah terdampak banjir melalui koordinasi lintas perangkat daerah sebagai bentuk penguatan penanganan bencana agar bantuan dapat diterima masyarakat secara merata, tepat sasaran, dan tepat waktu.
Di Kecamatan Sungai Tabuk, bantuan logistik disalurkan ke tiga desa, yakni Desa Gudang Hirang sebanyak 900 paket, Desa Sungai Bakung sebanyak 550 dan Desa Abumbun Jaya sebanyak 550 paket.
Sementara di Kecamatan Astambul, bantuan diberikan kepada warga Desa Pingaran Ulu sebanyak 560 dan Desa Pingaran Ilir sebanyak 547 paket.
Untuk memastikan penyaluran berjalan efektif, distribusi bantuan dibagi menjadi dua tim yaitu tim pertama dimotori Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) dengan pendampingan dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil).
Sedangkan tim kedua dipimpin Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar, didampingi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), serta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait lainnya.
Dalam mendukung kelancaran distribusi, Pemkab Banjar mengerahkan armada kendaraan dari sejumlah OPD, dimana penyaluran bantuan berlangsung hingga malam hari dan petugas harus menyusuri wilayah dengan genangan air hampir setinggi paha orang dewasa untuk memastikan bantuan diterima langsung oleh masyarakat terdampak.
Penyaluran logistik ini merupakan bagian dari mekanisme penanganan bencana yang telah berjalan sejak awal masa tanggap darurat, dimana seluruh kegiatan distribusi dilakukan berdasarkan hasil pendataan kebutuhan di lapangan serta koordinasi lintas perangkat daerah agar bantuan tersalurkan secara berkesinambungan sesuai kondisi masyarakat.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Banjar Yudi Andrea dalam konferensi pers bersama awak media di Aula Mini Barakat, Martapura pada Sabtu (10/1/2026) memastikan seluruh dapur umum akan tetap beroperasi hingga status tanggap darurat berakhir.
“Layanan dapur umum selama masa tanggap darurat harus tetap berjalan. Seperti pada tanggap darurat sebelumnya, kami menjamin kebutuhan masyarakat tetap terlayani,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjar Wasis Nugraha, menyampaikan hingga saat ini sebanyak 124 desa dan kelurahan di 10 kecamatan masih terdampak banjir, dengan jumlah pengungsi mencapai 2.879 jiwa.
“Kita melihat bencana banjir masih berdampak pada kehidupan dan penghidupan masyarakat. Oleh karena itu, sesuai hasil rapat tim, status tanggap darurat diperpanjang selama tujuh hari ke depan,” katanya.
Wasis juga menegaskan pihaknya akan terus mendorong pembagian paket bantuan kepada masyarakat terdampak dengan melibatkan berbagai unsur.
“Alhamdulillah, pemerintah juga didukung seluruh elemen masyarakat, baik organisasi kemasyarakatan, legislatif, maupun seluruh jajaran SKPD yang rutin menyalurkan bantuan hingga hari ini,” tambahnya.
Penyaluran bantuan logistik ini menjadi wujud sinergi lintas perangkat daerah dalam penanganan bencana banjir di Kabupaten Banjar dan bentuk kehadiran pemerintah di tengah masyarakat hingga kondisi berangsur pulih dan aktivitas warga kembali normal. (Sumber : Media Center Banjar)










Comments