KALSEL, REPORTASE9.ID – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) terus berupaya menjaga stabilitas harga bahan pokok selama bulan Ramadan dan berdasarkan rilis inflasi yang dikeluarkan Kementerian Dalam Negeri pada minggu ketiga Februari, angka inflasi di Kalsel tercatat mengalami sedikit penurunan.
Gubernur Kalsel Muhidin melalui Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Miftahul Chair di Banjarbaru pada Senin (23/2/2026) menyampaikan kondisi ini patut disyukuri karena menunjukkan harga kebutuhan pokok mulai terkendali.
“Alhamdulillah, inflasi kita sedikit menurun karena beberapa harga pokok sudah terkendali. Namun memang masih ada komoditas yang relatif tinggi seperti harga emas,” katanya.
Chair menjelaskan meski terdapat sedikit kenaikan inflasi di daerah, hal tersebut dipengaruhi meningkatnya kebutuhan masyarakat selama Ramadan dan permintaan terhadap bahan pokok cenderung naik, sehingga memerlukan langkah pengendalian yang lebih intensif.
Untuk menekan potensi kenaikan harga, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bersama Dinas Perdagangan Provinsi Kalsel terus menggencarkan pasar murah di berbagai wilayah.
“Selama Ramadan ini, kami bersama TPID dan Dinas Perdagangan menggalakkan pasar murah. Mudah-mudahan dengan adanya pasar murah, inflasi bisa kembali ditekan,” jelasnya.
Selain menggelar pasar murah, Pemprov Kalsel juga melakukan pemantauan langsung ke pasar-pasar serta meningkatkan koordinasi dengan para pemasok dan distributor, sehingga langkah ini dilakukan guna memastikan distribusi barang tetap lancar dan harga tetap terkendali.
“Kita tidak hanya memantau pasar, tetapi juga melakukan evaluasi terhadap para pemasok agar harga-harga tetap stabil dan tidak terjadi lonjakan signifikan,” tambahnya.
Pemprov Kalsel berharap sinergi yang terus dilakukan bersama TPID, Dinas Perdagangan, serta seluruh pemangku kepentingan dapat menjaga stabilitas harga selama Ramadan hingga menjelang Idulfitri, sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga dan inflasi tetap terkendali. (Sumber : MC Kalsel)










Comments