DaerahTNI - POLRI

Penutupan Dikmabaif dan Diktukba TNI AD, Danrindam XX/Tambun Bungai Tekankan Peran Bintara Perkuat Batalyon Teritorial

0
Pemasangan tanda pangkat oleh Danrindam XX/Tambun Bungai kepada Bintara TNI AD ( Foto : Humas Rindam VI Mulawarman)

KALSEL,REPORTASE9.ID – Rindam VI Mulawarman gelar upacara penutupan Dikmabaif TNI AD Gelombang II Tahun 2025 dan Diktukba TNI AD  Gelombang I Tahun 2026 di Dodiklatpur Lapangan Demang Lehman Gunung Kupang pada Rabu (7/1/2026).

Penutupan Pendidikan Bintara TNI AD menjadi momen penting dalam mempersiapkan prajurit yang memiliki kesiapan fisik, mental, serta kemampuan teritorial untuk menjawab berbagai tantangan di wilayah Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan.

Danrindam XX/Tambun Bungai Brigjen TNI Ali Akhwan menyampaikan, kondisi geografis Kalimantan yang luas, didominasi hutan, sungai, serta daerah pedalaman. Menuntut kehadiran prajurit yang adaptif dan memahami karakter sosial budaya masyarakat setempat. 

Karena itu, pembentukan Batalyon Teritorial Pembangunan dinilai sebagai langkah strategis Kementerian Pertahanan untuk memperkuat peran TNI AD dalam menjaga stabilitas wilayah sekaligus mendukung pembangunan di daerah terpencil, perbatasan, dan rawan bencana.

“Pembentukan Batalyon Teritorial Pembangunan merupakan upaya penguatan pertahanan sekaligus dukungan nyata bagi pembangunan di Kalimantan,” tegas Pangdam.

Dalam menghadapi tantangan keamanan yang semakin kompleks dan dinamis, pendidikan Bintara TNI AD terus mengembangkan beragam kemampuan prajurit. 

Sejumlah kemampuan utama yang menjadi fokus peningkatan antara lain kemampuan tempur, penguasaan senjata, kesiapan fisik dan mental, kemampuan adaptasi, pembelajaran berkelanjutan, serta kemampuan teritorial.

Selain itu, Danrindam XX/Tambun Bungai juga menyampaikan pesan khusus kepada para Bintara remaja yang akan memperkuat Batalyon Teritorial Pembangunan. 

Ia menekankan agar seluruh Bintara memegang teguh Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Delapan Wajib TNI.

“Di Batalyon Teritorial Pembangunan, prajurit tidak hanya dituntut disiplin dan profesional, tetapi juga mampu menjadi solusi bagi masyarakat. Bangun komunikasi yang baik, pahami kondisi sosial budaya wilayah tugas, dan jadilah prajurit yang hadir untuk rakyat. Kekuatan pertahanan sejati berakar dari kemanunggalan TNI dan rakyat,” pesannya.

Dengan kesiapan personel yang terlatih dan memiliki kemampuan teritorial yang mumpuni, diharapkan Batalyon Teritorial Pembangunan mampu menjadi garda terdepan dalam menjaga stabilitas wilayah serta mendukung percepatan pembangunan di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan.

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

More in Daerah