DaerahKesehatan

Percepat Penurunan Stunting, Dinkes Kalsel Libatkan Kolaborasi Lintas Sektor

0

KALSEL, REPORTASE9.ID – Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan (Dinkes Kalsel) terus mengupayakan percepatan penurunan stunting dilakukan secara simultan melalui kolaborasi lintas sektor bersama pemerintah kabupaten/kota.

Kepala Dinkes Kalsel, Diauddin di Banjarmasin pada Senin (2/3/2026) menjelaskan setiap daerah telah memiliki Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) yang diketuai oleh wakil kepala daerah, sementara di tingkat provinsi dipimpin oleh Wakil Gubernur.

“Penanganan stunting itu berjalan simultan. Kita bersama kabupaten/kota masing-masing punya tim percepatan penurunan stunting,” ujarnya.

Diauddin menegaskan, dari sisi kesehatan, intervensi yang dilakukan saat ini berjalan rutin seperti biasa karena stunting bukan lagi menjadi indikator kinerja utama Dinkes, yang kini lebih difokuskan pada penanganan gizi buruk dan gizi kurang sebagai langkah pencegahan dini.

“Fokus kami di kesehatan adalah mencegah sebelum terjadi stunting. Karena kontribusi sektor kesehatan terhadap stunting itu sekitar 30 persen, sementara 70 persen lainnya dipengaruhi faktor lain seperti sanitasi dan lingkungan,” jelasnya.

Berbagai intervensi tetap dilaksanakan secara berkelanjutan, antara lain melalui layanan posyandu, pemberian makanan tambahan (PMT) bagi balita dan ibu hamil, serta kolaborasi lintas perangkat daerah dalam penyediaan makanan bergizi seperti telur.

Menurut Diauddin, tren penurunan stunting di Kalsel menunjukkan perkembangan positif, seperti pada tahun ini, angka stunting turun sebesar 1,9 persen, menempatkan provinsi ini dalam 10 besar penurunan tertinggi secara nasional.

“Tahun ini penurunannya 1,9 persen. Secara nasional itu termasuk 10 besar penurunan terbanyak,” ungkapnya.

Meski demikian, prevalensi stunting di Kalsel saat ini masih berada pada angka 22,9 persen yang ini dipengaruhi oleh posisi awal yang memang cukup tinggi, yakni di kisaran 30 persen.

“Kita memang mulai dari angka yang sudah tinggi dulu, sekitar 30 persen. Jadi mengejar penurunannya memang perlu kerja ekstra,” tegas Diauddin.

Dinkes Kalsel jelasnya menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kolaborasi lintas sektor guna mempercepat penurunan stunting secara lebih signifikan di tahun-tahun mendatang. (Sumber : MC Kalsel)

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

More in Daerah