Kabupaten Banjar

Peserta Didik SMPN Terbuka Di Aluh-Aluh Antusias Ikuti Simulasi TKA

0

BANJAR, REPORTASE9.ID – Semangat menuntut ilmu kembali ditunjukkan para peserta didik program SMPN Terbuka di SMPN 1 Aluh-Aluh, walaupun berada di keterbatasan ekonomi dan tantangan geografis wilayah perairan, peserta didik kelas IX tetap antusias mengikuti simulasi Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang digelar pada Kamis (26/2/2026).

Sejak pagi, peserta didik dari Desa Kuin telah bersiap menuju sekolah induk di Desa Aluh-Aluh Besar sebagai persiapan menghadapi program evaluasi pendidikan terbaru dari pemerintah.

Mereka menempuh perjalanan kurang lebih 40 menit menggunakan kelotok atau kapal kecil menyusuri jalur sungai, dimana transportasi tersebut difasilitasi oleh pihak sekolah guna memastikan seluruh peserta didik dapat mengikuti simulasi dengan aman dan tepat waktu.

Program SMPN Terbuka merupakan layanan pendidikan formal alternatif milik pemerintah yang bertujuan memperluas akses pendidikan bagi anak-anak yang terkendala mengikuti sekolah reguler.

Di wilayah Aluh-Aluh, sebagian peserta didik tinggal cukup jauh dari sekolah menengah pertama dengan akses darat yang terbatas, sehingga jalur sungai menjadi sarana utama mobilitas.

Di SMPN 1 Aluh-Aluh, program SMPN Terbuka memiliki tiga rombongan belajar, yakni kelas VII, VIII, dan IX dengan kegiatan pembelajaran sehari-hari biasanya dilaksanakan di Desa Kuin, dengan sistem guru bergantian mendatangi peserta didik.

Model ini memungkinkan mereka tetap memperoleh pendidikan tanpa harus setiap hari datang ke sekolah induk, namun untuk pelaksanaan simulasi TKA berbasis komputer, peserta didik diwajibkan hadir langsung ke sekolah induk karena membutuhkan fasilitas perangkat dan jaringan internet yang memadai.

Setibanya di sekolah, peserta didik mendapatkan pengarahan mengenai tata tertib serta teknis pelaksanaan ujian, mulai dari proses login hingga tata cara menyelesaikan soal.

Bagi sebagian peserta didik, penggunaan perangkat teknologi dalam ujian menjadi pengalaman baru, namun pendampingan intensif dari guru membantu mereka cepat beradaptasi.

Meski berlangsung di bulan suci Ramadhan dan dalam kondisi berpuasa, semangat belajar para peserta didik tidak surut sehingga pelaksanaan simulasi berjalan tertib dan lancar tanpa kendala teknis.

Seluruh peserta didik mampu menyelesaikan latihan soal sesuai waktu yang ditentukan, menjadikan pengalaman ini sebagai bekal penting sebelum mengikuti TKA resmi.

Dalam rilis pada Jumat (27/2/2026), Kepala SMPN 1 Aluh-Aluh, Supiani menegaskan kegiatan ini merupakan bentuk komitmen sekolah dalam menjamin kesetaraan layanan pendidikan.

“Kegiatan ini adalah bentuk komitmen kami untuk memastikan seluruh peserta didik, baik reguler maupun SMPN Terbuka, mendapatkan akses pendidikan yang setara tanpa perbedaan. Keterbatasan geografis bukanlah penghalang untuk maju,” ujarnya.

Lebih dari sekadar latihan ujian, kegiatan ini menjadi potret perjuangan pendidikan di wilayah perairan, dimana perjalanan 40 menit menggunakan kelotok bukan lagi hambatan, melainkan simbol tekad dan harapan.

Di tengah keberkahan Ramadhan, para peserta didik membuktikan bahwa semangat belajar mampu menembus batas jarak dan keadaan demi meraih masa depan yang lebih baik. (Sumber : Media Center Banjar)

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like