KALSEL, REPORTASE9.ID – Kapolda Kalimantan Selatan (Kalsel) Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan pimpin Apel Kesiapan dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Siskamtibmas) selama pelaksanaan ibadah puasa Ramadan 1447 H/2026 M, di Lapangan Hitam Mapolda Kalsel, Banjarbaru pada Senin (23/2/2026).
Kapolda Kalsel menegaskan apel kesiapan ini memiliki makna strategis sebagai bentuk kesiapsiagaan dalam mengantisipasi potensi gangguan Kamtibmas selama Ramadan, mengingat meningkatnya aktivitas keagamaan, sosial, dan ekonomi masyarakat.
Menurutnya, situasi keamanan daerah tidak terlepas dari perkembangan global dan nasional, dimana konflik di sejumlah kawasan dunia seperti Timur Tengah dan Eropa Timur, serta ketegangan geopolitik di Asia, dinilai berdampak pada stabilitas nasional, termasuk kondisi ekonomi.
“Kita merasakan dampak situasi global terhadap kondisi nasional. Nilai tukar dolar yang mendekati Rp17 ribu dan harga emas yang hampir menyentuh Rp3 juta per gram tentu menimbulkan kekhawatiran di masyarakat dan pelaku usaha. Ini berpotensi memengaruhi daya beli serta stabilitas sosial,” jelasnya.
Meski demikian, Kapolda menyebut berbagai program pemerintah pusat, termasuk penguatan ketahanan pangan, menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas kebutuhan dasar masyarakat sehingga potensi gangguan sosial dapat diminimalisasi.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolda juga mengungkap sejumlah capaian penegakan hukum menjelang dan di awal Ramadan, dimana pada dua hari sebelumnya, Polda Kalsel berhasil mengungkap peredaran narkotika jenis sabu seberat 30 kilogram.
Selain itu, Direktorat Reserse Kriminal Umum bersama jajaran Polres Banjarbaru berhasil mengungkap dan menangkap pelaku perkelahian antar kelompok yang sempat viral di media sosial.
“Pengungkapan 30 kilogram sabu ini menunjukkan komitmen kita memberantas narkotika. Begitu pula kasus perkelahian antar kelompok yang cepat kita tangani. Ini bentuk kehadiran negara dalam menjaga rasa aman masyarakat,” katanya.
Kapolda menekankan pentingnya sinergi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, ulama, dan seluruh elemen masyarakat dalam menciptakan suasana Ramadan yang aman, tertib, dan kondusif.
Ia mengajak seluruh personel untuk meningkatkan patroli, deteksi dini, serta respons cepat terhadap potensi gangguan Kamtibmas, termasuk penyakit masyarakat, peredaran narkoba, konflik sosial, dan gangguan ketertiban umum lainnya.
“Kita tidak boleh lengah. Daerah kita tidak terlepas dari pengaruh global dan regional. Oleh karena itu, kesiapsiagaan dan kolaborasi menjadi kunci agar masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan tenang dan tanpa rasa khawatir,” ujarnya.
Apel kesiapan ini menjadi komitmen bersama Polda Kalimantan Selatan dan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan situasi keamanan tetap terjaga selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. (Sumber : MC Kalsel)










Comments