SETKAB, REPORTASE9.ID – Presiden Prabowo Subianto sampaikan optimisme atas perkembangan upaya kemanusiaan dan perdamaian di Gaza dalam keterangan pers bersama awak media di Washington DC pada Kamis, 19 Februari 2026 waktu setempat.
Dalam rilis pada Jumat (20/2/2026), Prabowo menilai sejumlah kemajuan telah dicapai, khususnya dalam penyaluran bantuan kemanusiaan kepada rakyat Gaza.
“Ya, Alhamdulillah tadi berjalan dengan baik, lancar ya. Kita lihat kemajuan-kemajuan yang sudah dicapai,” ujarnya.
Ketua Umum Partai Gerindra ini menegaskan aliran bantuan makanan dan kebutuhan dasar bagi masyarakat Gaza saat ini berada pada tingkat yang tinggi dibandingkan beberapa tahun terakhir.
“Sementara saya kira aliran bantuan makan, kebutuhan rakyat Gaza saya kira tertinggi selama beberapa tahun. Jadi makan cukup, kebutuhan-kebutuhan lain mengalir deras,” lanjutnya.
Meski demikian, ia mengingatkan berbagai tantangan masih membentang di depan, karena upaya mencapai perdamaian membutuhkan tekad kuat dan kewaspadaan terhadap berbagai hambatan.
“Nampaknya sangat serius ya. Tadi walaupun kita bertekad untuk ini berhasil, karena ini memberi harapan, perdamaian. Walaupun tadi saya juga dalam statement singkat saya, saya juga ingatkan banyak kesulitan, masih di depan banyak hambatan, rintangan, obstacles,” ucap Prabowo.
Mantan Pangkostrad ini menegaskan komitmen Indonesia bersama negara-negara Muslim lainnya untuk mendorong tercapainya perdamaian yang berkelanjutan bagi rakyat Palestina.
“Tapi ya, kita harus bertekad untuk mencapai keberhasilan demi rakyat Palestina. Kita tentunya komit, tadi beberapa negara-negara muslim semua menegaskan komitmen kita untuk benar-benar mencapai lasting peace,” tegasnya.
Prabowo kembali menekankan solusi dua negara merupakan satu-satunya jalan menuju perdamaian jangka panjang.
“Bagi kita the real, the only long lasting solution is a two-state solution,” ujarnua.
Dalam konteks dukungan Indonesia terhadap upaya stabilisasi dan perdamaian, Prabowo juga menyampaikan kesiapan Indonesia untuk berkontribusi dalam misi internasional.
Terkait waktu pengiriman, Presiden menyebut bahwa kemungkinan pengiriman kelompok awal dapat dilakukan dalam waktu dekat.
“Mungkin, ya kelompok-kelompok advance, mungkin tidak lama lah, mungkin 1-2 bulan ini,” ungkapnya.
Ia juga mengonfirmasi Indonesia diminta untuk mengisi posisi Wakil Komandan dalam struktur misi tersebut.
“Ya, mereka minta kita jadi Deputy Commander,” ujar Presiden.
Komitmen Prabowo tersebut sekaligus mempertegas konsistensi politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif dan berpihak pada kemanusiaan, serta menempatkan Indonesia sebagai mitra strategis dalam upaya menciptakan perdamaian yang adil dan berkelanjutan di Timur Tengah. (Sumber : setkab.go.id)










Comments