BANJAR, REPORTASE9.ID – Sektor perikanan budidaya di Kabupaten Banjar menunjukkan kinerja positif sepanjang tahun 2025. Capaian produksi yang tinggi mengantarkan daerah tersebut meraih penghargaan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) sebagai kabupaten dengan produksi perikanan budidaya terbesar di wilayah itu.
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi Kabupaten Banjar dalam meningkatkan produksi perikanan budidaya dibandingkan kabupaten/kota lainnya di Kalsel.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Banjar, Sipliansyah Hartani menyampaikan, pencapaian tersebut merupakan hasil kerja para pembudidaya serta dukungan berbagai pihak dalam mengembangkan sektor perikanan budidaya.
Menurutnya, realisasi produksi budidaya ikan pada tahun 2025 hampir menyentuh angka 100 persen dari target yang telah ditetapkan sebelumnya.
“Dari seluruh kabupaten/kota di Kalsel, produksi perikanan budidaya Kabupaten Banjar menjadi yang terbesar. Realisasi target produksi tahun 2025 juga hampir tercapai seluruhnya,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan, penghargaan ini menjadi yang pertama kali diterima Kabupaten Banjar dalam bidang produksi perikanan budidaya.
Dalam sektor budidaya, terdapat dua komoditas yang memberikan kontribusi paling besar terhadap produksi, yaitu ikan patin dan ikan nila.
Selain dipasarkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Kabupaten Banjar, hasil budidaya tersebut juga didistribusikan ke sejumlah daerah lain di Kalsel. Bahkan, sebagian produksi turut dipasarkan hingga ke provinsi tetangga seperti Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Barat.
Ia menambahkan, pihaknya menargetkan produksi perikanan budidaya tetap meningkat pada tahun 2026. Meski demikian, ia mengakui sebagian pembudidaya sempat terdampak banjir yang terjadi pada akhir tahun lalu.
Pemerintah daerah berharap para pembudidaya dapat segera pulih dan kembali meningkatkan produksi sehingga target yang telah ditetapkan untuk tahun 2026 dapat tercapai.
“Kami berharap para pembudidaya yang sempat terdampak banjir bisa kembali bangkit dan melanjutkan produksi agar target tahun 2026 dapat terpenuhi,” harapnya.










Comments