BANJAR, REPORTASE9.ID – Program Kredit Usaha Rakyat Martapura Manfaat dan Sinergi (Kurma Manis) terus menunjukkan perkembangan positif sejak pertama kali diluncurkan pada tahun 2021 oleh Pemerintah Kabupaten Banjar bekerjasama dengan PT Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Martapura Sejahtera.
Hingga tahun 2025, total penyaluran dana program ini telah mencapai Rp6,3 miliar lebih kepada ribuan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di berbagai kecamatan yang ada di Kabupaten Banjar.
Direktur Bisnis PT BPR Martapura Sejahtera, Irhamdi menjelaskan, program Kurma Manis sejak awal bertujuan membantu pelaku usaha kecil mengakses permodalan tanpa terbebani bunga dan biaya administrasi. Skema pembiayaan dilakukan secara bertahap seiring dukungan dana dari pemerintah daerah.

“Awalnya di tahun 2021 kami mendapat pinjaman daerah sebesar Rp250 juta untuk penyaluran kredit Kurma Manis. Tahun berikutnya meningkat menjadi Rp1 miliar, dan sejak 2023 hingga 2025 berbentuk penyertaan modal daerah yang diatur dalam Peraturan Bupati,” ujarnya.
Dari total penyertaan modal tersebut, lanjutnya, 50 persen dialokasikan khusus untuk pembiayaan Kurma Manis, sementara sisanya dikelola untuk kegiatan perbankan lainnya.
Pada tahun 2025, dana sebesar Rp750 juta telah disalurkan, dengan realisasi pinjaman mencapai Rp558 juta kepada 100 nasabah aktif. Hingga kini, BPR Martapura Sejahtera mencatat ribuan nasabah yang telah menerima manfaat program tersebut.
“Secara keseluruhan, dari 20 kecamatan di Kabupaten Banjar, hanya satu yang belum terlayani, yaitu Kecamatan Paramasan, karena faktor jarak dan keterbatasan akses. Selebihnya sudah kami jangkau,” jelasnya.
Meski demikian, ia mengakui, bahwa pada tahun 2024 sempat terdapat kendala kecil akibat bencana banjir yang berdampak pada sektor pertanian dan perikanan. Namun, tingkat kredit bermasalah masih tergolong rendah, hanya sekitar satu persen.
“Sebagian besar masyarakat tetap berkomitmen membayar. Ada yang menyesuaikan kemampuan, misalnya mencicil Rp200 ribu atau Rp300 ribu per bulan tapi tetap melunasi. Prinsipnya, mereka tetap bertanggung jawab,” ungkapnya.
Ia menegaskan, keberhasilan Kurma Manis juga tidak lepas dari sinergi dengan perangkat daerah. Setiap pengajuan kredit wajib disertai rekomendasi dari dinas teknis sesuai bidang usaha, seperti pertanian, perikanan, perdagangan, atau koperasi.
Terkait rencana tahun depan, Irhamdi mengungkapkan, pihaknya telah mengusulkan peningkatan alokasi dana seiring tingginya minat masyarakat. Namun, realisasi tetap menunggu kondisi fiskal daerah.
“Antusiasme pelaku UMKM sangat tinggi, sementara dana kita terbatas. Kami siap menyalurkan berapa pun dana yang diberikan pemerintah, karena manfaatnya langsung dirasakan masyarakat,” tambahnya.
Hingga kini, dari total sekitar 67 ribu pelaku UMKM di Kabupaten Banjar, program Kurma Manis baru menjangkau sebagian kecil. Namun, keberadaannya dinilai sangat membantu masyarakat kecil karena memberikan akses pinjaman tanpa bunga, tanpa biaya, dan dengan syarat yang mudah.
“Kurma Manis ini benar-benar meringankan. Pinjaman di bawah Rp5 juta tanpa jaminan, dan untuk Rp5–10 juta cukup dengan jaminan ringan seperti BPKB atau sertifikat. Harapan kami, program ini terus berlanjut dan diperluas agar semakin banyak UMKM bisa tumbuh,” pungkasnya.















Comments