BANJARBARU, REPORTASE9.ID – Ritme penggunaan air bersih di wilayah Banjarbaru dan Kabupaten Banjar berubah selama Ramadan 1447 Hijriah. PT Air Minum (PTAM) Intan Banjar mencatat adanya lonjakan konsumsi yang cukup terasa, terutama pada jam-jam tertentu yang berkaitan langsung dengan aktivitas ibadah dan rumah tangga masyarakat.
Alih-alih merata sepanjang hari, peningkatan justru terkonsentrasi pada dua periode waktu. Dini hari menjadi salah satu puncak penggunaan, ketika warga mulai beraktivitas untuk menyiapkan sahur. Kegiatan seperti memasak, mencuci peralatan, hingga mandi sebelum subuh mendorong konsumsi air meningkat tajam dalam rentang waktu singkat.
Pola serupa kembali terulang menjelang berbuka puasa. Pada sore hingga awal malam, kebutuhan air kembali melonjak seiring aktivitas menyiapkan hidangan berbuka serta membersihkan diri setelah menjalani aktivitas harian.
Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat PTAM Intan Banjar, Mahyuni, mengungkapkan bahwa secara keseluruhan terjadi kenaikan konsumsi sekitar 15 hingga 25 persen dibandingkan hari biasa. Menurutnya, perubahan pola ini merupakan hal yang rutin terjadi setiap Ramadan.
“Lonjakan biasanya terpusat di waktu sahur dan menjelang berbuka. Itu sudah menjadi pola tahunan,” jelasnya.
Meski terjadi tekanan pada jam-jam tertentu, perusahaan memastikan layanan distribusi tetap berjalan normal. PTAM Intan Banjar telah mengantisipasi peningkatan kebutuhan dengan menjaga kestabilan pasokan agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat.
Sejumlah langkah teknis dilakukan untuk memastikan aliran air tetap lancar, terutama dalam menghadapi periode puncak hingga mendekati Idulfitri. Dengan kesiapan tersebut, perusahaan optimistis kebutuhan air bersih pelanggan tetap dapat terpenuhi tanpa kendala berarti selama bulan suci.















Comments