Daerah

Rumah Inti Tumbuh Akan Diluncurkan, Solusi Hunian MBR Di Kabupaten HSS

0

KALSEL, REPORTASE9.ID – Pemerintah pusat dan daerah terus perkuat sinergi dalam menghadirkan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang diwujudkan melalui pelaksanaan launching Pembangunan Rumah Inti Tumbuh Konvensional (RITK) atau Rumah Berbasis Komunitas yang akan digelar pada 5 Februari 2026 di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS).

Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman melalui Direktorat kawasan permukiman, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) serta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) HSS dengan dukungan berbagai pihak.

Dalam rilis pada Rabu (4/2/2026), Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Provinsi Kalsel, Rahmiyanti Janoezir menjelaskan rumah berbasis komunitas atau rumah inti tumbuh konvensional ini merupakan pilot project pertama di Kalsel.

“Rumah komunitas ini dibangun melalui kolaborasi berbagai pihak. Pemerintah Kabupaten HSS, Pemprov Kalsel, perusahaan melalui CSR, serta PLN ikut berkontribusi dalam pembangunan kawasan perumahan ini,” ujarnya pada Selasa (3/2/2026).

Rahmiyanti merinci Pemkab HSS menyediakan lahan untuk perumahan, akses jalan masuk, serta melakukan pembersihan lahan, sementara itu pembangunan unit rumah dilakukan melalui dukungan dana CSR PT. SMF.

“Untuk tahap awal, tahun 2025 telah dibangun sekitar 20 unit rumah dengan total anggaran kurang lebih Rp1,1 miliar dan akan segera di-launching,” jelasnya.

Dan rencananya tahun 2026 ini dilanjutkan kembali sebanyak kurang lebih 30 unit bantuan dari Bank BTN, dimana Pemkab HSS juga memberikan dukungan berupa pembangunan fasilitas sanitasi, seperti WC dan instalasi air bersih, termasuk sambungan rumah PDAM.

Pemprov Kalsel sendiri turut mendukung melalui pembangunan prasarana, sarana, dan utilitas (PSU), khususnya jalan utama perumahan, dengan anggaran sekitar Rp1,3 miliar.

“PLN juga berperan dalam membantu pemasangan jaringan listrik untuk kawasan perumahan ini, sehingga hunian yang dibangun benar-benar siap huni,” tambah Rahmiyanti.

Lebih lanjut, ia menegaskan rumah berbasis komunitas ini diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah, dimana khusus di Kabupaten HSS, sasaran penerima manfaat adalah para petugas kebersihan.

“Peruntukan utamanya memang untuk MBR. Di HSS ini kebetulan MBR-nya yg sdh siap terkait peminatan dan usulan adalah para petugas kebersihan. Namun ke depan, tidak menutup kemungkinan program rumah komunitas seperti ini juga diperuntukkan bagi MBR lainnya,” tuturnya.

Program Rumah Inti Tumbuh Konvensional ini diharapkan menjadi model pembangunan perumahan berbasis kolaborasi yang berkelanjutan, sekaligus menjadi langkah nyata pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui penyediaan hunian yang layak, terjangkau, dan terintegrasi. (Sumber : MC Kalsel)

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

More in Daerah