KALSEL, REPORTASE9.ID – Pada tahun 2026 ini, UPTD Kebun Raya Banua menetapkan peningkatan aksesibilitas dan perluasan kawasan, serta menyiapkan berbagai inovasi dan penataan kawasan sebagai sebagai prioritas utama dan strategi pengembangan.
Hal tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala UPTD Kebun Raya Banua, Firmansyah dalam keterangannya terkait arah kebijakan pengelolaan kebun raya ke depan di Banjarbaru pada Selasa (20/1/2026).
Firmansyah mengungkapkan pihaknya telah melakukan rapat koordinasi bersama Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), serta Badan Pendapatan Daerah (Bappenda) guna menindaklanjuti hasil review masterplan yang telah disusun.
“Kemarin kami sudah meminta beberapa instansi terkait untuk rapat dalam rangka tindak lanjut review masterplan Kebun Raya Banua yang sudah jadi,” ujarnya.
Firmansyah menjelaskan salah satu skala prioritas utama pada tahun 2026 adalah pembangunan jembatan penghubung antara gerbang wisata di sisi utara dengan gerbang utama kawasan Kebun Raya Banua.
“Apabila jembatan ini terbuka, maka akan memudahkan akses pengunjung. Tidak ada lagi bus yang keluar melewati jalur masjid, tetapi dapat langsung melintas melalui jalur di dalam kawasan,” jelas Firmansyah.
Selain peningkatan akses, Kebun Raya Banua juga merencanakan perluasan kawasan wisata dari sekitar 40 hektare area yang saat ini dimanfaatkan, akan dibuka area-area baru agar distribusi pengunjung lebih merata.
“Pada tahun 2026 kami ingin memperluas area, sehingga pengunjung tidak hanya terpusat di kawasan yang sudah ada, tetapi juga dapat menikmati area-area baru yang kami buka,” tambahnya.
Firmansyah memastikan pihaknya tahun ini juga akan fokus pada penataan lanskap guna meningkatkan kenyamanan dan daya tarik kawasan.
“Pada tahun 2026 konsep besar kami adalah penataan. Kami akan banyak membuat dan menata landscape taman tanpa mengurangi sedikit pun komitmen terhadap kebersihan,” ujarnya.
Firmansyah menjelaskan fokus penataan tersebut merupakan kelanjutan dari konsep pengelolaan tahun sebelumnya, dimana jika pada tahun 2025 kebersihan menjadi prioritas utama, maka pada tahun 2026 penataan kawasan akan diperkuat untuk menciptakan lingkungan yang lebih tertata dan estetik.
Selain penataan, Kebun Raya Banua juga mendorong pengembangan inovasi wisata melalui kerja sama dengan pihak ketiga seperti kelanjutan kolaborasi dengan SMKN 2 Banjarmasin dalam pengembangan episode lanjutan Kastura Kedua.
“Kami masih berencana bekerja sama dengan SMKN 2 Banjarmasin untuk kelanjutan episode Kastura Kedua, sebagai bagian dari inovasi edukasi dan wisata,” ungkapnya.
Tidak hanya itu, pihaknya juga tengah menjajaki inovasi wisata berbasis pengalaman imersif seperti yang diterapkan di Jatim Park II.
“Apabila memungkinkan, kami ingin menghadirkan inovasi wisata imersif. Harapannya ini bisa terwujud dan menjadi daya tarik baru bagi pengunjung,” kata Firmansyah.
Terkait tantangan, ia menyebutkan bahwa faktor cuaca masih menjadi kendala utama pengelolaan kebun raya. Oleh karena itu, dukungan Pemerintah Provinsi Kalsel sangat dibutuhkan, khususnya dalam pembangunan fasilitas pendukung.
“Kami berharap dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Kalsel agar dapat membangun fasilitas seperti gazebo, ruang perkantoran, dan mess untuk mengantisipasi cuaca ekstrem, baik panas maupun hujan,” pungkasnya. (Sumber : MC Kalsel)










Comments