Daerah

Semarakkan Hari Ibu, PERWIRA Kalsel Gelar Fashion, Kuliner & Aksi Pemberdayaan Perempuan

0

KALSEL, REPORTASE9.ID – DPD Perkumpulan Perempuan Wirausaha Indonesia (PERWIRA) Kalimantan Selatan (Kalsel) gelar peringatan Hari Ibu ke-97 di Kafe Nostalgia, Banjarmasin pada Sabtu (20/12/2025).

PERWIRA Kalsel sendiri merupakan organisasi yang bertujuan untuk memperkuat peran perempuan sebagai penggerak ekonomi keluarga dan saat ini menaungi lebih dari 300 perempuan wirausaha yang bergerak di berbagai sektor, mulai dari kuliner, fesyen, kriya, hingga kerajinan tangan.

Ketua DPD PERWIRA Kalsel Wahidah menegaskan komitmen organisasinya dalam memperkuat peran perempuan melalui rangkaian kegiatan peringatan Hari Ibu ke-97 yang dikemas lebih semarak dibandingkan tahun sebelumnya, menyesuaikan dengan kebutuhan dan tren yang berkembang

“Tahun ini kami buat lebih meriah. Kalau tahun lalu fokus pada kegiatan bersama ibu-ibu lansia, kali ini kami menyesuaikan dengan tingginya minat di bidang fesyen dan kuliner,” ujarnya.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, PERWIRA Kalsel menggelar lomba fesyen dengan busana kebaya serta lomba kuliner berbahan dasar ubi atau singkong dengan komposisi minimal 50 persen.

Selain itu, terdapat bazar UMKM, penampilan seni, serta berbagai aktivitas yang melibatkan anggota dari kabupaten dan kota, serta merancang aksi berbagi kasih dan pemberdayaan di wilayah Alalak Pulau Sugara.

Menurut Wahidah, pendekatan yang dilakukan bukan sekadar bantuan sesaat, melainkan pemberian keterampilan yang dapat menghasilkan pendapatan berkelanjutan.

“Kami memilih memberikan pelatihan refleksi dasar dengan peralatan sederhana. Dengan keterampilan ini, penghasilan mereka bisa mencapai di atas Rp50 ribu, sehingga lebih berkelanjutan dibandingkan bantuan sekali habis,” jelasnya.

Wahidah berharap momentum Hari Ibu ini dalat memberikan motivasi dan inspirasi bagi para anggota PERWIRA di tingkat DPC agar terus berkembang.

“Kegiatan ini juga menjadi bentuk apresiasi DPD kepada DPC yang selama ini aktif memperjuangkan penguatan ekonomi perempuan di daerah masing-masing,” jelasnya.

Wahidah menyebutkan, hingga saat ini PERWIRA telah terbentuk di sejumlah kabupaten dan kota, seperti Kotabaru, Tanah Laut, Banjarbaru, Kabupaten Banjar, dan Banjarmasin dan pada tahun 2026 ditargetkan minimal delapan DPC aktif sehingga dapat memenuhi keterwakilan di 13 kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan.

“Selama 2023 hingga 2025 fokus kami di sektor UMKM dan pariwisata. Insya Allah mulai 2026, kami akan mengembangkan program ke bidang pertanian dan pangan, sejalan dengan agenda penguatan ketahanan pangan nasional,” tambahnya.

Wahidah juga mengajak perempuan pelaku usaha di Kalimantan Selatan untuk bergabung bersama PERWIRA sebagai wadah bertumbuh, berjejaring, dan saling menguatkan, terlebih PERWIRA secara nasional juga tengah bersiap menggelar musyawarah nasional pada pertengahan 2026 mendatang di Lombok.

“Ini adalah bentuk kasih sayang kami di Hari Ibu untuk seluruh perempuan pejuang keluarga. Perempuan harus terus bangkit, berdaya, dan berkarya nyata,” ungkapnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DPPPAKB) Provinsi Kalsel Husnul Hatimah menyatakan dukungan penuh dan apresiasi atas inisiatif PERWIRA Kalsel yang mengemas peringatan Hari Ibu tidak hanya secara seremonial, tetapi juga menghadirkan rangkaian kegiatan yang berdampak langsung pada pemberdayaan dan penguatan ekonomi perempuan.

Husnul Hatimah menilai, berbagai kegiatan yang dilaksanakan PERWIRA menjadi sarana strategis untuk meningkatkan keterampilan, kreativitas, dan potensi perempuan, khususnya dalam pengembangan usaha ekonomi produktif.

“Pemerintah provinsi mengapresiasi PERWIRA yang hari ini melaksanakan peringatan Hari Ibu ke-97 dengan berbagai rangkaian kegiatan, salah satunya untuk mendorong peningkatan ekonomi perempuan melalui pengembangan keterampilan, kreativitas, dan passion, termasuk di bidang kuliner,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan tersebut selaras dengan tema Hari Ibu yang menekankan pentingnya peran perempuan agar semakin berdaya dan berkarya, karena itu pemerintah akan terus memberikan dukungan terhadap organisasi perempuan yang aktif berkontribusi bagi kemajuan perempuan di Kalsel.

“Kami dari pemerintah daerah selalu men-support apa yang menjadi harapan organisasi perempuan, termasuk PERWIRA, agar terus aktif dan berpartisipasi dalam upaya memajukan perempuan-perempuan kita di Kalimantan Selatan,” tambahnya.

Husnul Hatimah menegaskan peringatan Hari Ibu merupakan bentuk penghormatan atas perjuangan, dedikasi, dan pengabdian perempuan dalam berbagai aspek kehidupan, karena Hari Ibu yang diperingati setiap 22 Desember berakar dari Kongres Perempuan Indonesia tahun 1928.

“Selama 97 tahun perjalanan Hari Ibu, hampir satu abad, perempuan Indonesia terus berjuang agar tetap berdaya dan berkarya. Perempuan tidak hanya berperan sebagai ibu, tetapi juga memiliki peran strategis sebagai penggerak perubahan, penopang bangsa, dan penjaga nilai-nilai kemanusiaan,” tuturnya.

Husnul Hatimah juga menyoroti masih adanya ketimpangan gender, baik secara nasional maupun di Kalsel, terutama dalam bidang ekonomi dan tingkat partisipasi angkatan kerja, dimana meskipun jumlah perempuan hampir seimbang dengan laki-laki, capaian pendapatan dan akses ekonomi perempuan dinilai masih tertinggal.

Melalui momentum Hari Ibu ke-97 ini, Husnul Hatimah berharap perempuan semakin menguatkan tekad dan semangat untuk memperjuangkan keadilan serta kesetaraan gender, sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045.

Pada kesempatan tersebut, ia turut memberikan apresiasi khusus kepada PERWIRA Kalsel yang konsisten mendorong tumbuhnya wirausaha perempuan sebagai bagian dari penguatan ekonomi keluarga dan kontribusi terhadap pendapatan daerah.

“Pemerintah provinsi siap mendukung perluasan usaha perempuan, termasuk dalam hal akses pemasaran produk-produk bernilai tambah,” terang Husnul Hatimah. (Sumber : MC Kalsel)

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

More in Daerah