DaerahPLN

Siap Hadapi Kemarau Panjang, PLTA Ir PM Noor Maksimalkan Penampungan Air Bendungan

0
PLTA Ir. PM Noor di Riam Kanan (Foto : Azmi/R9)

KALSEL, REPORTASE9.ID – Berdasarkan informasi rilis dari BMKG bahwa di tahun 2026 diprediksi akan terjadi potensi musim kemarau yang diperkirakan berlangsung lebih panjang. Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Ir PM Noor di kawasan Riam Kanan sudah mulai melakukan persiapan antisipasi pengamanan pasokan energi dengan mengoptimalkan penampungan air di bendungan.

Langkah ini dilakukan untuk menjaga ketersediaan air sebagai sumber utama pembangkit, sehingga operasional pembangkit listrik tetap stabil meski terjadi penurunan debit air saat kemarau.

Tim Leader Operasi PLTA Ir PM Noor, Widiyanto, menjelaskan bahwa unit pembangkitan yang berada di bawah Unit Pembangkitan Gunung Bamega tersebut mencakup PLTA Ir PM Noor serta PLTD Kotabaru yang berada dalam naungan UBP Barito PLN Indonesia Power.

“PLTA ini memiliki tiga unit pembangkit dengan kapasitas terpasang masing-masing 10 MW, serta didukung tambahan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 361 kWp,” ujarnya, Rabu (8/4/2026).

Ia menambahkan, PLTS yang tersedia saat ini difungsikan untuk memenuhi kebutuhan listrik internal di lingkungan PLTA, khususnya untuk mendukung operasional peralatan bantu.

Sementara itu, untuk pasokan listrik ke sistem interkoneksi, PLTA Ir PM Noor saat ini mengoperasikan tiga unit generator yang terhubung ke jaringan kelistrikan Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, hingga Kalimantan Timur dan sebagian wilayah lainnya.

Tiga Generator Pembangkit Listrik Tenaga Air yang terus beroperasi menghasilkan listrik milik PLTA Ir PM Noor (Foto : Azmi/R9)

Namun, dalam kondisi saat ini, produksi listrik disesuaikan dengan ketersediaan air di Waduk Riam Kanan, dengan kapasitas operasi sekitar 3 x 5 MW.

Widiyanto menyebut, berdasarkan informasi dari BMKG, pihaknya telah bersiap menghadapi awal musim kemarau yang berpotensi lebih panjang dibanding tahun sebelumnya.

“Kami berupaya menampung air semaksimal mungkin sebagai langkah antisipasi agar pasokan listrik tetap terjaga,” jelasnya.

Ia juga memastikan bahwa kondisi ketinggian air di Bendungan Riam Kanan saat ini masih dalam batas aman, yakni berada di level 58,9 meter.

Menurutnya, pengelolaan sumber daya air yang terencana menjadi faktor krusial dalam menjaga kestabilan produksi listrik, terutama saat musim kemarau yang dapat memengaruhi kapasitas pembangkit.

PLTA Ir PM Noor akan terus memantau perkembangan ketinggian air serta menyiapkan langkah strategis guna memastikan keandalan pasokan listrik bagi wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah tetap terjaga.

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

More in Daerah