KALSEL, REPORTASE9.ID – Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan (Dispar Kalsel) menggelar Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tahun 2026 di salah satu hotel di Banjarmasin pada Kamis (9/4/2026) sebagai langkah strategis untuk menyelaraskan program kerja lintas sektor dan wilayah.
Kegiatan ini menegaskan komitmen pemerintah dalam menyiapkan 96 program unggulan guna meningkatkan daya saing serta memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah.
Rakornis yang melibatkan pemerintah provinsi, pusat, serta 13 kabupaten/kota ini difokuskan pada penguatan perencanaan dan integrasi program di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif yang dinilai penting agar seluruh kegiatan yang dijalankan memiliki arah yang selaras dan berdampak nyata.
Kepala Dispar Kalsel Iwan Fitriady mengungkapkan puluhan program yang telah disusun tersebut mencakup berbagai aspek, mulai dari pengembangan destinasi, penguatan ekonomi kreatif, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
“Pada tahun 2026 terdapat 96 aktivitas program di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Keberhasilan program ini sangat bergantung pada kesamaan persepsi dan sinergitas antara provinsi dan kabupaten/kota, termasuk dengan pemerintah pusat,” ujarnya
Iwan menambahkan, penyelarasan program menjadi kunci utama agar tidak terjadi tumpang tindih kegiatan serta memastikan setiap program mampu memberikan kontribusi maksimal terhadap pembangunan daerah.
Selain itu, Rakornis juga menghadirkan narasumber dari berbagai instansi strategis, seperti Bappeda, Badan Pusat Statistik, Geopark Meratus, hingga Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
Kehadiran para pihak ini diharapkan dapat memperkaya perspektif dalam penyusunan dan implementasi program yang lebih terukur dan terintegrasi.
Dalam forum tersebut, turut dibahas rencana aksi untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi Kalsel sebesar 8 persen, di mana sektor pariwisata diharapkan menjadi salah satu motor penggerak melalui pengelolaan destinasi yang lebih profesional serta penguatan kelembagaan, termasuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di berbagai objek dan daya tarik wisata.
“Dengan perencanaan yang matang dan kolaborasi yang solid, seluruh program yang telah disusun dapat berjalan optimal dan memberikan dampak signifikan bagi kemajuan pariwisata serta kesejahteraan masyarakat di Kalimantan Selatan,” pungkasnya.
Dispar Kalsel juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas daerah dalam menghadapi tantangan pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Iwan menegaskan tantangan utama dalam memajukan pariwisata daerah bukan hanya pada program, tetapi pada bagaimana menyatukan persepsi dan langkah antarwilayah.
“Penting sekali penyelarasan program ini, keterkaitan antara provinsi dan kabupaten/kota, termasuk juga penyamaan pemahaman serta konsolidasi dengan pemerintah pusat,” ujarnya
Menurut Iwan, Pemerintah Provinsi Kalse tidak dapat bergerak sendiri tanpa dukungan penuh dari pemerintah kabupaten dan kota, karena itu sinergi menjadi kunci agar setiap program yang dijalankan mampu memberikan hasil optimal dan saling mendukung.
“Kuncinya adalah harus fokus dan kerja bersama-sama. Tidak bisa provinsi berjalan sendiri tanpa dukungan kabupaten/kota. Tantangannya di situ, dan kita berharap sinergi ini terus terjaga,” tambahnya.
Rakornis ini juga menjadi forum strategis untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dengan melibatkan berbagai instansi, seperti Bappeda, Badan Pusat Statistik, Geopark Meratus, hingga Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
Keterlibatan berbagai pihak ini diharapkan mampu mendorong perencanaan yang lebih terintegrasi dan berbasis data.
Selain itu, penguatan kelembagaan di tingkat masyarakat, seperti Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), turut menjadi perhatian dalam mendukung pengelolaan objek dan daya tarik wisata secara berkelanjutan.
“Melalui forum ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan berharap seluruh pemangku kepentingan dapat memperkuat komitmen bersama dalam menghadapi tantangan sekaligus memaksimalkan potensi pariwisata daerah sebagai salah satu pilar pertumbuhan ekonomi Banua,” pungkasnya. (Sumber : MC Kalsel)















Comments