Kabupaten Banjar

Stabilkan Harga di Bulan Ramadan, GPM Banjar Jangkau Dua Puluh Kecamatan

0

BANJAR, REPORTASE9.ID – Gerakan Pangan Murah (GPM) kembali digelar selama bulan Ramadan di Kabupaten Banjar sebagai upaya menjaga stabilitas harga dan membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga lebih terjangkau.

Melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Banjar, pemerintah daerah memastikan ketersediaan komoditas utama seperti beras dan ikan tetap aman serta didistribusikan secara terukur di sejumlah kecamatan.

Kepala DKPP Banjar, Sipliansyah mengungkapkan, bahwa stok beras daerah dalam kondisi mencukupi. Berdasarkan produksi gabah tahun 2025 sebesar 186.668 ton, ketersediaan beras setelah konversi diperkirakan mencapai 107.226 ton.

“Dengan jumlah tersebut, kebutuhan masyarakat masih aman dan proyeksinya cukup hingga Oktober 2027,” ujarnya.

Pada GPM Ramadan tahun ini, Ia menyebutkan, sebanyak 16.000 liter beras yang akan dijual dengan subsidi Rp5.000 per liter. Setiap warga yang membawa KTP berhak membeli paket beras sebanyak 4 liter.

“Beras yang dipasarkan ini berasal dari petani lokal serta penggilingan binaan dinas kami, sehingga selain menjaga daya beli masyarakat, program ini juga mendorong perputaran ekonomi daerah,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan DKPP Banjar, Muhammad Hamdani menjelaskan, pelaksanaan GPM dilakukan secara terpadu bersama Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP) Banjar. 

Kegiatan ini dijadwalkan menyasar 20 kecamatan yang menjadi titik pelaksanaan Safari Ramadan, sehingga distribusi pangan bersubsidi dapat menjangkau masyarakat secara lebih merata.

Tak hanya beras, DKPP juga menyiapkan komoditas perikanan sebagai alternatif sumber protein bagi masyarakat. Sebanyak 100 kilogram ikan disediakan, terdiri atas 50 kilogram ikan nila dan 50 kilogram ikan patin, dengan subsidi Rp10.000 per kilogram.

“Khusus komoditas ikan, pasar murah difokuskan di lima kecamatan, yakni Astambul, Kertak Hanyar, Martapura Kota, Beruntung Baru, dan Cintapuri. Penentuan lokasi ini kami mempertimbangkan akses distribusi serta potensi kebutuhan masyarakat di wilayah tersebut,” tambahnya.

Melalui skema subsidi ini, pemerintah daerah berharap GPM tidak hanya menekan gejolak harga selama Ramadan, tetapi juga memastikan masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan pangan secara layak tanpa terbebani lonjakan harga musiman.

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like