DaerahOlahraga

Strategi Di Tengah Efisiensi Anggaran, BKOM Kalsel Optimalkan Kebugaran Indoor

0

KALSEL, REPORTASE9.ID – Balai Kesehatan Olahraga Masyarakat Kalimantan Selatan (BKOM Kalsel) memilih untuk memfokuskan sumber daya pada layanan inti yang langsung menyentuh masyarakat sebagai strategi agar pelayanan kebugaran tetap berjalan meski sejumlah program harus dikurangi akibat keterbatasan anggaran tahun 2026.

Kepala BKOM Kalsel, Susi Hermina di Banjarbaru pada Kamis (22/1/2026) mengatakan pemangkasan anggaran berdampak langsung pada ruang gerak program sehingga perlu dilakukan penyesuaian prioritas.

“Untuk 2026 kita harus mengurangi program. Suka tidak suka, karena anggaran banyak terpotong,” ujarnya.

Salah satu dampak penyesuaian tersebut adalah terbatasnya program pengukuran kebugaran atlet yang pada 2026 hanya dapat dilaksanakan di enam kabupaten/kota yang menurun dari kondisi ideal yang seharusnya mencakup 13 kabupaten/kota di Kalsel.

Sementara itu, layanan pengukuran kebugaran bagi anak sekolah serta karyawan dan karyawati tidak lagi masuk dalam program reguler.

“Program untuk anak sekolah dan karyawan belum bisa kami jalankan, kecuali untuk pihak swasta atau instansi yang memang datang secara mandiri dan berbayar,” jelas Susi.

Keterbatasan anggaran juga berdampak pada pemeriksaan kebugaran jamaah haji, karena saat ini BKOM Kalsel telah menerima sejumlah permohonan pendampingan dari kabupaten/kota, tapi kegiatan tersebut belum dapat ditindaklanjuti.

“Kalau untuk jamaah haji, program dari BKOM sama sekali tidak ada. Paling kita hanya bisa melayani konsultasi secara online, atau jamaah yang datang mandiri dengan layanan berbayar,” katanya.

Namun demikian, BKOM Kalsel memastikan pelayanan kebugaran indoor tetap berjalan maksimal dengan kegiatan senam aerobik dilaksanakan rutin setiap Senin hingga Kamis, sedangkan layanan gym dibuka setiap hari mulai pukul 09.00 hingga 21.00 WITA, bahkan hingga malam hari pada waktu tertentu.

“Kalau yang indoor, kita maksimalkan pelayanannya. Ini bentuk komitmen kami agar masyarakat tetap bisa beraktivitas fisik,” tegas Susi.

Untuk kegiatan luar ruangan, BKOM Kalsel masih melayani secara terbatas, terutama jika ada permintaan dari stakeholder eksternal seperti pelayanan kebugaran di Panti Remaja Dinas Sosial pada pertengahan Februari lalu.

Selain mempertahankan layanan, BKOM Kalsel juga melakukan efisiensi melalui inovasi administrasi mulai dari pengembangan website resmi, sistem pendaftaran layanan berbasis digital, hingga pengelolaan arsip secara elektronik.

Inovasi tersebut bahkan sempat masuk nominasi inovasi yang mewakili Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan.

Di tengah berbagai keterbatasan, Susi menegaskan bahwa BKOM Kalsel tetap berkomitmen mengajak masyarakat untuk hidup aktif dan sehat karena pembinaan kebugaran pun tidak dibatasi usia, bahkan dapat dimulai sejak usia dini.

Dengan semangat kolaborasi, BKOM Kalsel terus membuka ruang kerja sama dengan pemerintah, swasta, hingga masyarakat umum.

“BKOM hadir untuk membantu masyarakat agar tetap melakukan aktivitas fisik minimal 30 menit setiap hari. Tujuan kami sederhana, menyebarkan hidup sehat, bugar, dan produktif,” ungkapnya. (Sumber : MC Kalsel)

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

More in Daerah