BANJARBARU, REPORTASE9.ID – Anggota DPRD Kota Banjarbaru, Emi Lasari, SE, menegaskan perlunya langkah nyata dan berkelanjutan dalam penanganan banjir, usai turun langsung meninjau kawasan Pengayuan, Kelurahan Landasan Ulin Selatan, yang kembali terendam banjir.
Dari hasil peninjauan lapangan, Emi menilai banjir di kawasan rawa tersebut bukan lagi kejadian musiman lima tahunan, melainkan telah menjadi persoalan tahunan yang harus ditangani secara serius melalui kebijakan konkret, bukan sekadar penanganan darurat.
Sebagai tindak lanjut, DPRD Kota Banjarbaru saat ini mendorong penerapan kewajiban pembangunan rumah panggung di kawasan rawa. Kebijakan ini disiapkan sebagai bentuk adaptasi struktural terhadap kondisi wilayah yang secara alami rawan genangan.
“Ini bukan lagi wacana. Secara teknis konsep rumah panggung sedang kami siapkan agar bisa diterapkan secara nyata di kawasan rawa,” ujar Emi, Senin (19/01/2026) kemarin.
Menurut politisi Partai Amanat Nasional tersebut, banjir yang berulang menjadi dasar kuat untuk melakukan revisi Peraturan Daerah (Perda) Perumahan, dengan memberikan pengaturan khusus bagi wilayah rawa seperti Liang Anggang dan kawasan rawan banjir lainnya.
Selain kewajiban bentuk bangunan, Emi juga menekankan pentingnya pengetatan perizinan pembangunan perumahan. Ia menilai pemerintah kota harus lebih selektif dan tegas dalam mengeluarkan izin, khususnya di titik-titik yang sudah terbukti rawan banjir.
“Pemerintah tidak boleh lagi memberikan izin di kawasan yang secara teknis tidak layak. Kalau ini terus dibiarkan, setiap tahun kita hanya sibuk menangani dampaknya,” tegasnya.
Ia menyebut kawasan Tambak Buluh sebagai contoh wilayah yang perlu dijadikan pelajaran agar kesalahan serupa tidak terus berulang di lokasi lain.
Tak hanya dari sisi pemerintah, Emi juga menyoroti pentingnya perlindungan bagi masyarakat sebagai konsumen perumahan. Menurutnya, masih banyak warga yang membeli rumah tanpa informasi memadai terkait risiko banjir di kawasan tersebut.
“Perizinan harus menjadi alat perlindungan bagi masyarakat. Jangan sampai warga dirugikan karena lemahnya pengawasan tata ruang,” katanya.
Emi menegaskan, pembangunan di kawasan rawa harus mengikuti karakter wilayahnya. Rumah panggung dinilai menjadi solusi paling realistis untuk meminimalkan dampak banjir sekaligus memastikan keselamatan dan kenyamanan warga.
“Wilayah rawa punya risiko tinggi, maka bangunannya pun harus disesuaikan. Itu prinsip dasarnya,” pungkasnya.










Comments