BANJAR, REPORTASE9.ID – Guna memastikan ketersediaan stok serta kelancaran distribusi bahan pokok saat Ramadan hingga Idulfitri, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Banjar melakukan pengecekan sejumlah gudang penyimpanan bahan pokok di wilayah Kabupaten Banjar, Senin (09/03/2026).
Kegiatan pengecekan melibatkan berbagai instansi, di antaranya Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP) Banjar, Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan, Dinas Pertanian, Bagian Perekonomian Setda Banjar, serta jajaran Polres Banjar.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala DKUMPP Banjar, Linda Yunianti mengatakan, pemantauan dilakukan pada beberapa gudang distributor besar guna memastikan stok bahan pokok tetap tersedia dan distribusinya berjalan normal.

“Dari hasil pengecekan, secara umum stok bahan pokok di Kabupaten Banjar masih aman. Distribusi juga berjalan lancar sehingga diharapkan tidak terjadi kelangkaan maupun lonjakan harga menjelang hari besar keagamaan,” ujarnya.
Lokasi pertama yang dikunjungi tim adalah gudang PT Garuda Wisnu Amerta di Jalan Ahmad Yani Km 15, Kecamatan Gambut. Gudang tersebut menyimpan berbagai kebutuhan pokok seperti minyak goreng, mi instan, teh, sarden hingga air mineral kemasan.
Berdasarkan hasil pemantauan, stok minyak goreng merek Alif di gudang tersebut mencapai sekitar 5.000 karton.
Gudang ini juga menjadi tempat pengemasan minyak goreng program pemerintah Minyakita yang bahan bakunya berasal dari Kabupaten Kotabaru.
Produk minyak goreng tersebut kemudian disalurkan ke sejumlah toko di Kabupaten Banjar, di antaranya Toko Halwa, Toko Aini dan Toko Ahmad.
Dalam satu kali proses pengemasan, gudang tersebut mampu memproduksi sekitar 2.400 kemasan minyak goreng ukuran dua liter.
Selanjutnya, tim TPID melanjutkan pengecekan ke Gudang PT Indo Marco di Jalan Ahmad Yani Km 12,2, Kecamatan Gambut. Gudang ini diketahui menjadi pusat distribusi bahan pokok untuk jaringan ritel Indomaret di wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.
Supervisor PT Indo Marco, Deny menjelaskan, ketersediaan stok bahan pokok diperkirakan mencukupi hingga Idulfitri karena pasokan barang terus masuk setiap hari.
“Untuk beras dan minyak goreng saat ini memang tidak ada di gudang karena sudah didistribusikan ke gerai ritel di wilayah Kalsel dan Kalteng,” jelasnya.
Pengecekan terakhir dilakukan di Gudang Beras PT Fajar Nusantara Abadi yang berada di Desa Tatah Belayung Baru, Kecamatan Kertak Hanyar. Gudang ini menyimpan berbagai merek beras, di antaranya 2T, Harum Sari, 2M, Sari Wangi, Sari Murni, Sari Manis, dan Pita Kecapi.
Pemilik gudang menyebutkan proses pengemasan beras di tempat tersebut mampu mencapai sekitar 50 ton per hari. Bahan baku beras berasal dari petani lokal di Kabupaten Banjar serta pasokan dari Provinsi Kalimantan Tengah, sebelum kemudian didistribusikan ke berbagai wilayah di Kalimantan Selatan.
Sementara itu, Kapolres Banjar AKBP Dr Fadli melalui Kasat Reskrim AKP Rifandy Purnayangkara Putra menegaskan, pihak kepolisian turut melakukan pengawasan guna mencegah adanya praktik penimbunan bahan pokok.
“Polres Banjar bersama pemerintah daerah terus melakukan pengawasan agar distribusi bahan pokok tetap lancar dan tidak terjadi penimbunan yang dapat memicu kenaikan harga,” tegasnya.
Kegiatan pemantauan gudang bahan pokok oleh TPID Kabupaten Banjar tersebut berlangsung hingga pukul 13.45 WITA dalam kondisi aman dan lancar.










Comments