BANJARBARU, REPORTASE9.ID – Komisi II DPRD Kota Banjarbaru menyoroti serius persoalan tunggakan retribusi di Pasar Ulin Raya dan Pasar Bauntung yang nilainya mencapai miliaran rupiah.
Hal ini terungkap dalam rapat tindak lanjut hasil kunjungan kerja ke kedua pasar, yang digelar di Ruang Rapat Intan DPRD Banjarbaru, Selasa (19/08/2025) bersama Dinas Perdagangan Kota Banjarbaru.
Anggota Komisi II DPRD Banjarbaru, Emi Lasari, SE, mengungkapkan pihaknya telah menerima data detail mengenai jumlah kios, los, hingga lapak yang masih aktif maupun sudah tidak aktif namun tetap menunggak retribusi.
“Dari data yang disampaikan tentu akan ada langkah-langkah berbeda dalam penanganannya. Untuk unit yang sudah tidak aktif, kami minta dilakukan pemutusan kontrak agar bisa dialihkan dan disewakan kembali kepada pihak lain,” tegas Emi.

Berdasarkan data, tunggakan di Pasar Ulin Raya mencapai sekitar Rp2,4 miliar dari total 510 unit, dengan 82 unit di antaranya sudah tidak aktif. Sementara di Pasar Bauntung, tunggakan jauh lebih besar yakni sekitar Rp5 miliar, dari total 1.091 unit yang terdiri dari ruko, toko, warung, los basah, los kering, hingga los penggilingan, dengan 104 unit tercatat tidak aktif.
Emi menegaskan, sesuai klausul kontrak, penyewa yang menunggak selama dua bulan berturut-turut kontraknya dapat diputus. DPRD juga telah menerima data by name by address pemilik unit yang menunggak, untuk selanjutnya dipetakan dan dievaluasi.
“Bagi pemilik yang tidak aktif atau tidak kooperatif, kontraknya akan dievaluasi bahkan bisa diputus sesuai aturan. Dengan begitu persoalan tunggakan tidak terus-menerus menjadi pekerjaan rumah pemerintah,” tambahnya.
Lebih jauh, DPRD juga mendorong lahirnya regulasi baru terkait retribusi pasar. Peraturan Wali Kota (Perwali) yang kini tengah digodok diharapkan menjadi solusi konkret dalam penyelesaian tunggakan sekaligus pengaturan mekanisme penanganan unit yang tidak aktif.
Selain fokus pada retribusi, DPRD Banjarbaru juga menekankan pentingnya peningkatan fasilitas pasar. Tahun ini, di Pasar Bauntung telah dianggarkan perbaikan los basah dengan penggantian keramik dan penambahan fasilitas troli. Sementara di Pasar Ulin Raya dilakukan pemasangan paving block, penempatan kontainer sampah, serta pengaspalan sejumlah titik jalan yang becek.
“Peningkatan pelayanan ini penting agar pedagang merasakan perhatian pemerintah. Jadi selain menyelesaikan tunggakan, kami juga ingin memberikan hak-hak pedagang berupa fasilitas yang lebih layak,” tutup Emi.
Comments