KALSEL, REPORTASE9.ID – Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) Muhidin sampaikan wacana kunjungan Presiden dan Wakil Presiden RI ke Provinsi Kalsel dalam rangka peninjauan banjir dan Sekolah Rakyat pada Selasa (6/1/2026).
Menurut Muhidin dalam rilis pada Rabu (7/1/2026), banjir yang terjadi di Kabupaten Balangan sebelumnya sempat cukup tinggi hingga mencapai atap rumah warga, sehingga masyarakat menyelamatkan diri bersama anak-anak di bagian atap rumah akibat luapan air yang cepat naik.
Namun demikian, kondisi banjir tersebut jelas mantan Wali Kota Banjarmasin ini bersifat sementara dan dalam kurun waktu sekitar tiga jam, genangan air mulai surut, dan dalam waktu lima jam kondisi sudah kembali normal, termask jalan yang sebelumnya terendam juga sudah dapat dilalui kembali oleh masyarakat.
“Artinya dampak banjir tersebut hanya menimbulkan kerusakan ringan. Saat ini sudah tidak ada lagi genangan, sehingga apabila dilakukan peninjauan ke lokasi, kondisinya sudah kembali normal,” katanya.
Muhidin menambahkan apabila memang diperlukan tindak lanjut terhadap dampak banjir tersebut, penanganannya dapat dilakukan oleh pemerintah daerah setempat, bahkan bila diperlukan Pemprov Kalsel siap mengambil peran langsung dalam penanganan lanjutan.
Selain itu, ia juga menyampaikan adanya wacana kunjungan Presiden RI pada tanggal 12 Januari mendatang, namun kepastian kunjungan tersebut masih bersifat tentatif mengingat padatnya agenda Presiden.
“Kita pahami Presiden sangat sibuk, jadi kita menunggu kepastian. Kalau jadi, tentu kita siap. Kalau belum, kita maklumi,” jelasnya.
Apabila kunjungan Presiden terealisasi, Muhidin menyebutkan salah satu agenda yang direncanakan adalah peninjauan Sekolah Rakyat di Kalsel.
Ia mengungkapkan setelah melihat langsung kondisi Sekolah Rakyat, fasilitas yang tersedia dinilai sangat lengkap dan memadai.
“Sekolah Rakyat ini luar biasa. Fasilitasnya lengkap, mulai dari komputer, kebutuhan makan peserta didik dijamin, hingga asrama yang juga disiapkan. Bahkan pendidikan keagamaan juga dijamin,” ungkapnya.
Menurut Muhidin, keberadaan Sekolah Rakyat ini ditujukan khusus bagi anak-anak yang putus sekolah atau berasal dari keluarga tidak mampu dengan proses seleksi yang dilakukan secara ketat oleh pejabat terkait agar tepat sasaran dan benar-benar diperuntukkan bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Setiap Kabupaten dan Kota akan dilakukan penilaian. Kalau orang tuanya masih mampu, tentu tidak masuk kriteria. Ini benar-benar untuk anak-anak yang tidak mampu dan sempat berhenti sekolah,” tegasnya.
Muhidin berharap program Sekolah Rakyat ini dapat menjadi solusi nyata dalam meningkatkan akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu di Kalsel, sekaligus menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia. (Sumber : MC Kalsel)










Comments