BANJARMASIN, REPORTASE9.ID – Kunjungan Kerja Reses Komisi II DPR RI Masa Persidangan III Tahun 2025–2026 di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) yang digelar di Gedung Mahligai Pancasila pada Jumat (20/2/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Gubernur Kalsel Hasnuryadi Sulaiman yang diwakili oleh kepala Bappeda Provinsi Kalsel, beserta para kepala daerah se-Kalsel, termasuk Wali Kota Banjarmasin, M. Yamin HR.
Agenda utama kunjungan kerja Komisi II DPR RI itu adalah melakukan pengawasan terhadap kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Namun, lebih dari sekadar agenda formal, pertemuan tersebut menyoroti urgensi pembenahan tata kelola BUMD agar benar-benar memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
Dalam rilis pada Sabtu (21/2/2026), Wali Kota Banjarmasin, M. Yamin menyampaikan apresiasi atas kunjungan kerja Komisi II DPR RI ke Banjarmasin.
Dalam kesempatan tersebut, Yamin menyampaikan beberapa isu strategis yang dihadapi oleh kota Banjarmasin, termasuk pengelolaan sampah, infrastruktur kota, dan penutupan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Basirih.
Pemimpin Kota Seribu Sungai ini juga menyampaikan Kota Banjarmasin telah melakukan langkah-langkah efisiensi, termasuk rasionalisasi belanja daerah, namun masih membutuhkan dukungan dari pemerintah pusat untuk meningkatkan pengelolaan sampah dan infrastruktur kota.
“Kami berharap kepada Komisi II DPR RI dapat melakukan evaluasi dan memberikan dukungan untuk meningkatkan pengelolaan sampah dan infrastruktur kota Banjarmasin,” ujarnya.
Yamin juga menyampaikan Kota Banjarmasin memiliki karakteristik khusus sebagai kota sungai, sehingga membutuhkan penanganan khusus dalam pengelolaan infrastruktur dan lingkungan.
Komisi II DPR RI diharapkan dapat memberikan perhatian dan dukungan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Banjarmasin. (Sumber : Prokom Banjarmasin)










Comments