DaerahTNI - POLRI

91 Siswa Resmi Lulus, Rindam XXII/Tambun Bungai Cetak Bintara Infanteri Siap Tugas di Kalimantan

0

KALSEL,REPORTASE9.ID – Rindam XXII/Tambun Bungai menggelar upacara penutupan Pendidikan Pertama Bintara Infanteri TNI AD Gelombang I Tahun Anggaran 2026 di Lapangan Lambung Mangkurat, Rindam XXII/Tambun Bungai, Jumat (24/4/2026).

Upacara penutupan tersebut dipimpin langsung oleh Pangdam XXII/Tambun Bungai, Mayjen TNI Zainul Arifin. Dalam amanatnya, ia menegaskan bahwa penutupan pendidikan ini menjadi momentum penting dalam menyiapkan prajurit TNI AD yang memiliki kesiapan fisik, mental, serta kemampuan teritorial guna menjawab tantangan wilayah Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan.

“Penutupan pendidikan Bintara ini menjadi momentum penting dalam menyiapkan prajurit-prajurit TNI AD yang memiliki kesiapan fisik, mental, dan kemampuan teritorial untuk menjawab tantangan wilayah Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan,” ujarnya.

Sebanyak 91 siswa resmi mengakhiri pendidikan yang telah ditempuh selama dua bulan. Mereka dipersiapkan untuk menjadi Bintara Infanteri yang tangguh, profesional, dan siap menjalankan tugas di berbagai medan penugasan.

Mayjen TNI Zainul Arifin menjelaskan, kondisi geografis Kalimantan yang luas dan didominasi hutan, sungai, serta daerah pedalaman menuntut kehadiran prajurit yang adaptif dan memahami karakter sosial budaya masyarakat setempat.

Menurutnya, pembentukan Batalyon Teritorial Pembangunan merupakan langkah strategis Kementerian Pertahanan untuk memperkuat peran TNI AD dalam menjaga stabilitas wilayah sekaligus mendukung pembangunan di daerah terpencil, perbatasan, dan daerah rawan bencana di Kalimantan.

Dalam menghadapi tantangan keamanan modern yang semakin kompleks dan dinamis, pendidikan Bintara TNI AD terus mengembangkan berbagai kemampuan utama bagi prajurit. 

Di antaranya kemampuan tempur, penguasaan senjata, kemampuan fisik dan mental, adaptasi serta pembelajaran berkelanjutan, hingga kemampuan teritorial.

Ia juga menekankan kepada seluruh Bintara remaja agar memegang teguh nilai-nilai Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Delapan Wajib TNI.

“Di Batalyon Teritorial Pembangunan, dituntut tidak hanya disiplin dan profesional sebagai prajurit, tetapi juga mampu menjadi solusi bagi masyarakat. Bangun komunikasi yang baik, pahami kondisi sosial budaya wilayah tugas, dan jadilah prajurit yang hadir untuk rakyat, karena kekuatan pertahanan sejati berakar dari kemanunggalan TNI dan rakyat,” tegasnya.

Dengan berakhirnya pendidikan ini, para Bintara Infanteri TNI AD diharapkan siap mengemban tugas negara sekaligus menjadi garda terdepan dalam menjaga keamanan, stabilitas, dan membantu percepatan pembangunan di wilayah Kalimantan.

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

More in Daerah